Masuk Daftar
My Getplus

Pance Pondaag Masih di Telinga Kita

Pance Pondaag pencipta lagu produktif. Meski sudah tiada, lagu-lagunya masih terus diperdengarkan.

Oleh: Petrik Matanasi | 09 Mar 2023
Pance Pondaag. (Wikimedia Commons).

SEJARAH band papan atas Gigi rupanya bersinggungan dengan Pance Pondaag. Itu yang diingat oleh gitaris Gigi, Dewa Budjana tentang apa yang terjadi di tahun 1995.

“Saya ingat waktu ke kantor Unian Artist. Di kantor itu Ko A Kiat, Ko Bendi dan Pance Pondaag lagi main kartu. Pance saat itu memilih lagu Janji sebagai single pertama,” kata Dewa Budjana, seperti dicatat Adib Hidayat dalam Gigi Peace, Love & Respect.

Benar saja, lagu Janji menjadi hits di kuping pendengar musik pop Indonesia. Betapa naluri Pance Pondaag tidak salah dalam menilai selera pendengar musik Indonesia. Diakui atau tidak, pada zamannya, sekitar 1980-an hingga 1990-an, Pance Pondaag adalah salah satu pencipta lagu pop terlaris di Indonesia. Selain itu, ia juga penyanyi dengan karakter suara yang khas dan diingat orang.

Advertising
Advertising

Baca juga: Bukan Seniman Lapo Tuak Biasa

Setelah Pance Pondaag tidak produktif lagi mencipta lagu, bahkan setelah kematiannya pada 3 Juni 2010, lagu-lagu yang diciptakannya dan dinyanyikan banyak penyanyi, masih terus diperdengarkan.

Di angkutan umum, para sopir yang merasakan sulitnya hidup, lagu-lagu Pance Pondaag yang terkesan mendayu-dayu lagi menye-menye, barangkali mewakili penderitaan mereka.

Di pesta pernikahan, momen bahagia bagi pasangan yang menikah dan keluarganya serta tamu undangan, lagu-lagu Pance Pondaag yang kadang mengandung kesedihan, malah berkumandang. Entah siapa yang harus patah hati? Di tempat karaoke, lagu-lagunya masih asyik dinyanyikan.

Banyak orang yang kini berusia di atas 45 tahun tahu lirik “sepanjang kita masih terus begini takkan ada damai bersenandung…” dalam lagu Ku Cari Jalan Terbaik. Lagu Pance Pondaag lain yang diingat dan masih sering dinyanyikan antara lain Demi Kau dan Si Buah Hati, Untuk Sebuah Nama, Mulanya Biasa Saja, Jangan Tutup Pintu Hatimu, Engkau Segalanya Bagiku, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Dari Jack Lemmers ke Jack Lesmana

Lagu-lagu ciptaan Pance Pondaag itu tidak hanya dinyanyikan sendiri dengan suara khas. Beberapa penyanyi seperti Dian Pisesha dan Meriam Bellina juga membawakan lagu-lagu buatannya. Kedunya menjadi populer berkat lagu-lagu Pance Pondaag.

Pance Pondaag kira-kira sezaman dengan Rinto Harahap dan Obbie Mesakh, yang lagu-lagu patah hatinya juga merajalela di pasaran musik. Denny Sakrie dalam 100 Tahun Musik Indonesia menyebut lagu-lagu ciptaan ketiganya mencapai sukses komersial dalam hal penjualan kaset. Lagu-lagu Pance Pondaag yang laris di pasaran, di antaranya beredar dalam kaset bajakan.

Baca juga: Gordon Tobing dan Gitarnya

Di era sebelum 1980-an, Pance Pondaag adalah anak band, seperti Rinto Harahap dalam The Mercy’s. Hanya saja band-band yang diikuti Pance Pondaag tidak sesukses The Mercy’s. Band-band itu tidak meroketkan namanya, hanya menjadi tempat berproses yang mempengaruhi masa depannnya.

Laki-laki berdarah Manado kelahiran Makassar, 18 Februari 1951 dengan nama Pance Frans Pondaag baru terkenal setelah bersolo karier. Ia membawakan lagu ciptaannya sendiri. Ia mulai populer pada akhir 1970-an.

Lagu Mutiaraku, ciptaannya dan dinyanyikannya sendiri muncul sekitar tahun 1977, yang direkam oleh Yukawi Record. Lagu berirama relijius ini kerap muncul di TVRI.

Pada 1980-an menjadi era produktif Pance Pondaag dalam mencetak hits yang laris manis seperti kacang goreng. Lagu-lagu dari era 1980-1990-an itu masih terngiang di kuping orang Indonesia hingga kini, baik di angkutan umum, pesta perkawinan, atau acara lainnya.*

TAG

musik pance pondaag

ARTIKEL TERKAIT

God Bless di Mata Roy Jeconiah Ray "The Doors" Prajurit Rock n’Roll Aretha Franklin dan Hegemoni Maskulinitas Musik Rock Pendiri Pink Floyd Peduli Palestina Alkisah Bing Slamet Koes Plus dan Mantan Perwira AURI Orba Benci Musik Cengeng Anak Presiden Main Band Otak Brass The Rollies Di Balik Lagu “Ayah”