Masuk Daftar
My Getplus

Hari Tersedih God Bless

Kesedihan menjadi bagian dari sejarah God Bless. Belum juga punya album, God Bless yang belum lama muncul harus kehilangan anggota dan mantan anggotanya.

Oleh: Petrik Matanasi | 02 Nov 2022
Kiri-kanan: Ludwig LeMans, Fuad Hassan, dan Achmad Albar. (Gunadi Haryanto dari blog Denny Sakrie).

Waktu itu, Selasa, 9 Juli 1974, Teddy Sundjaja dan Ian Antono belum bergabung dengan God Bless yang didirikan dan dipimpin oleh Achmad Albar. God Bless juga belum merilis satu album pun, tetapi sudah dikenal sebagai band panggung yang sohor di Jakarta.

Hari itu, beberapa mobil sudah siap mengantar personel God Bless dan kolega menuju Jalan Pegangsaan, ke markas band Gypsy, yang pernah diperkuat pembetot bass bersuara merdu Christian Rahadi alias Chrisye. Gypsy juga pernah diperkuat Nasution bersaudara. Salah satunya pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution. Sesama band Jakarta, mereka cukup akrab. Bahkan, beberapa personel Gypsy pernah bermain untuk God Bless.

Achmad Albar alias Iyek menganjurkan agar semuanya naik mobil. Namun, Fuad Hassan rupanya sedang ingin naik sepeda motornya, kebetulan merek Yamaha. Kunci motor sempat disembunyikan.

Advertising
Advertising

“Ad, kan baru saja sembuh lebih baik naik mobil saja,” kata Mia alias Camelia Malik, yang kala itu istri Fuad.

Enggak, gua sudah sembuh bener,” kata Fuad berkeras. Fuad kesal karena kunci tak ditemukan. Fuad yang bertabiat keras dan sulit dilarang lalu mengancam, “kalau kunci gak ketemu juga, motor ini gua bakar.”

Baca juga: Duel God Bless vs Soneta Group

Kawan-kawan Fuad mengalah. Kunci pun di tangan Fuad. Ketika akan berangkat, Mia hendak ikut naik motor bersama Fuad, namun tiba-tiba Mia yang sudah berpakaian rapi malah disuruh Fuad ikut naik mobil. Fuad lalu berboncengan dengan Soman Lubis, mahasiswa ITB yang pernah memperkuat The Peels dan God Bless sebagai pemain keyboard.

“Man, inget ya, lu mesti yang nyetir jangan kasih Fuad, sebab dia baru saja sembuh,” pesan Achmad Albar. Tiga mobil berangkat dari rumah Achmad Albar di Perdatam menuju Pegangsaan melewati Cawang. Sementara motor yang dikendarai Fuad dan Soman melewati Pancoran.

Rombongan mobil tiba di Pegangsaan dan menanti Fuad dan Soman. Sementara itu, Fitria –mantan istri Fuad yang juga adik tiri dari Achmad Albar dan kakak tiri dari Mia– menyusul naik taksi.

Ketika taksi yang ditumpangi Fitria berada di dekat Markas Besar Angkatan Udara (MBAU), sebuah truk bertabrakan dengan sepeda motor. Fitria melihat tubuh yang tergeletak. Warna celananya membuat Fitria yakin siapa yang sedang celaka itu.

“Fuad,” teriak Fitria. Ketika Fuad dan Soman terjatuh tak ada orang yang menghiraukan apalagi sampai mengangkat korban. Fitria pun turun tangan. Dia menyetop mobil untuk mengangkut korban.

Baca juga: Nyanyi Sunyi Rambut Kribo Achmad Albar

Seorang kawan lalu berkabar kepada Achmad Albar tentang kecelakaan di Pancoran itu. Mia dan Achmad Albar mencari ke beberapa rumah sakit di Jakarta. Tak ada handphone di zaman itu hingga mereka tak tahu di mana posisi Fuad dan Soman. Ternyata, Fuad dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Achmad Albar lemas setelah tahu Fuad terbaring di kamar mayat.

Sementara itu, Soman dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, yang posisinya berjauhan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Donny Fatah, pencabik bass God Bless, menyebut Fuad meninggal seketika karena terseret 23 meter oleh truk. Sementara Soman terbanting 12 meter. Tiga jam setelah kecelakaan, Soman juga akhirnya meninggal dunia. Begitu kabar duka dari God Bless pada 9 Juli 1974 seperti terhimpun dalam majalah Aktuil Nomor 149 Agustus 1974.

Kecelakaan itu membuat God Bless kehilangan penggebuk drum. Fuad adalah penggebuk drum yang cukup diperhitungkan pada era 1960-an dan 1970-an. Namanya bahkan disebut-sebut sebagai calon drumer Koes Plus.

Baca juga: Cerita di Balik Achmad Albar Menyanyi Dangdut Zakia

Fuad Hasan, yang lahir di Yogyakarta, 24 Agustus 1942, pernah memperkuat beberapa band: Pandawa, Zainal Combo, Dieselina, Madeness, dan The Pros sebelum bergabung dengan God Bless. Fuad adalah drumer pertama God Bless. Penggantinya di God Bless tentu para drumer hebat pula.

Fuad bersama Ludwig LeMans, Achmad Albar, dan Donny Fatah Gagola adalah pendiri God Bless. Band ini mula-mula tampil dalam pesta musik Suasana Menjelang Kemerdekaan (Summer) 28 pada 1973. Buku Njoo Han Siang: Pertemuan Dua Arus menyebut pengusaha Njoo Han Siang ikut terlibat dalam penyelenggaraan acara itu. Njoo Han Siang yang meramaikan hiburan berbau Barat itu adalah kolega dekat Ali Moertopo dari Opsus (Operasi Khusus). 

Fuad pernah juga memperkuat band lain ketika masih aktif di God Bless. Band The Roads itu diotaki Deddy Dores. Dalam sejarah God Bless, Deddy juga pernah bergabung sebentar. Selain Fuad, Donny dan Ludwig juga ikut band itu menggarap album Tinggal Kenangan (1973).

God Bless memang belum punya album sendiri ketika Fuad masih ada. Namun, God Bless sudah ikut serta dalam pengerjaan musik untuk film Ambisi (1973) yang dibintangi Bing Slamet.

Selain meninggalkan God Bless, Fuad juga meninggalkan dua orang anak, yakni Alba, yang terkenal di panggung hiburan tanah air era 1990-an sebagai Alba Fuad.*

TAG

musik god bless

ARTIKEL TERKAIT

Sri Nasti Mencoba Melepas Trauma 1965 dengan Suara Annie Landouw, Biduanita Tunanetra Lief Java dan Ismail Marzuki Gendhing Mares, “Anak Kandung” Perkawinan Musik Jawa dan Eropa Seni Pertunjukan dalam Resepsi Pernikahan Jawa Kuno Lagu untuk Pattie Boyd Miss Riboet Memadukan Seni dan Olahraga Gordon Tobing dan Gitarnya Parikan, Puisi Jawa dengan Berbagai Makna Duel God Bless vs Soneta Group