Masuk Daftar
My Getplus

Empat Hal Tentang Komik

Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.

Oleh: Historia | 03 Agt 2022
Vincent Zurzolo, COO ComicConnect, memegang buku komik Action Comics #1 tahun 1938 yang terjual memecahkan rekor sebesar US$3,25 juta. (Dok. Metropolis Collectibles/ComicConnect).

Manusia Mulai Mengenal Komik

Sebagai gambar-gambar atau lambang-lambang yang terjuktaposisi (berdekatan) dalam urutan tertentu untuk menyampaikan pesan kepada pembaca, komik sudah dikenal sejak 17.000 tahun lalu. Di Goa Lascaux, Prancis, terpampang gambar hewan seperti bison, banteng, dan kerbau. Bentuknya memang masih sederhana, tapi para arkeolog menyimpulkan ini sebagai komik paling kuno di dunia. Gambar-gambar itu dibuat jauh sebelum manusia mengenal tulisan.

Berbeda dari hieroglif, tulisan Mesir Kuno yang diwakili simbol-simbol tertentu, gambar di Goa Lascaux tak dapat dikatakan tulisan. Sebab, gambar atau lambang di sana tak mewakili bunyi seperti dalam hieroglif. Dalam hieroglif, misalnya, lambang tiga burung melambangkan bunyi “baiu”.

Penelitian terbaru yang diumumkan pada 2021 menemukan gambar babi kutil Sulawesi di gua kapur Leang Tedongnge di Sulawesi Selatan. Gambar berumur 45.500 tahun ini menjadi karya seni paling awal di dunia sejauh ini yang diketahui. Peneliti tidak menganggap gambar itu sebagai komik tapi gambar cadas.

Advertising
Advertising

Baca juga: Gambar Cadas Tertua Ditemukan di Sulawesi Selatan

Superhero Pertama dalam Komik

Karakter Superman (manusia super) hadir kali pertama dalam buku komik berjudul Action Comics #1 yang diterbitkan Detective Comics (kini DC Comics) pada Juni 1938. Penulis Jerry Siegel dan seniman Jos Shuster, keduanya asal Cleveland, menciptakan tokoh Superman lima tahun sebelumnya.

Superman adalah pahlawan super dengan kostum unik dan ikonik: mengenakan sempak di luar beserta renda huruf S besar di dada. Diceritakan dia lahir di planet Krypton dan dikirim ke bumi saat masih bayi oleh orang tuanya karena Krypton akan meledak. Di bumi, dia ditemukan dan dibesarkan keluarga Kent yang kemudian menamaninya Clark Kent. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai wartawan. Dia punya sifat tak percaya diri yang juga menutupi identitas aslinya. Clark Kent berubah menjadi Superman untuk menolong orang dan menumpas kejahatan.

Superman yang merupakan superhero pertama di dalam komik. (wikimediacommons)

Baca juga: R.A. Kosasih Bapak Komik Indonesia

Action Comics #1 yang menjual kisah kepahlawanan Superman sukses besar di pasaran. Superman kemudian dijadikan buku komik tersendiri dan menembus penjualan 1.300.000 eksemplar tiap bulannya. Hingga kini, Superman masih digandrungi lewat berbagai serial dan film layar lebar.

Pada 2021, ComicConnect.com mengumumkan telah berhasil melelang buku komik Action Comics #1 yang terjual seharga US$3,25 juta atau setara Rp47,335 miliar. Penjualan ini memecahkan rekor penjualan pada 2014 sebesar US$3,2 juta atau setara Rp46,630 miliar. [Martin Sitompul].

Tokoh Pencipta Tintin

Hergé, nama pena dari Georges Remi, adalah pencipta tokoh fiktif Tintin. Hergé lahir di Brussels, Belgia pada 1907 dari sebuah keluarga kelas menengah. Hergé muda lebih gemar berpetualang dan bermain bersama teman-temannya. Dia masuk kepanduan dan di sinilah bakat menggambarnya mulai tampak.

Hergé kemudian memulai kariernya bekerja di majalah kepanduan pada 1927 sebagai ilustrator komik strip. Dia menciptakan Tintin tak lama setelah memulai karier. Pada 10 Januari serial Tintin kali pertama diterbitkan pada Le Petit Vingtième, yakni suplemen anak-anak pada surat kabar Belgia, Le Soir. Serial ini lantas dibukukan.

Pada 1950 Hergé membuat Studios Hergé dan dia mampu menghasilkan 24 seri The Adventures of Tintin yang kisah-kisahnya kerap diadaptasi untuk radio, televisi, pertunjukan teater, dan film. Dalam salah satu serinya diceritakan Tintin mendarat di Bandara Kemayoran, Jakarta.

Karakter Tintin yang pernah mampi ke bandara Kemayoran Jakarta. (Unsplash/Omid Roshan)

Baca juga: Pelopor Jurnalisme Komik di Indonesia

Komik Bertema Kehidupan Masyarakat Indonesia

Put On, serial komik strip yang dimuat surat kabar terbitan Jakarta, Sin Po, sejak 2 Agustus 1930. Komik ini karya Kho Wan Gie yang juga redaktur Sin Po.Tokoh utamanya seorang jejaka keturunan Tionghoa bertubuh gemuk bernama Put On, yang baik hati tapi bodoh, sok pintar tapi selalu gagal.

Menurut Marcel Bonneff dalam disertasinya yang kemudian diterbitkan dengan judul Komik Indonesia, Kho Wan Gie ingin menggambarkannya sebagai seorang Tionghoa yang rendah hati, atau sebagai tokoh yang mewakili rakyat kecil di ibu kota. Ia berbicara dengan dialek Jakarta dan hidupnya sederhana.

Baca juga: Komik Strip Panji Koming Merekam Zaman

“Put On betul-betul ditampilkan sebagai warga yang baik... namun ia juga sering menjadi korban dari berbagai peraturan yang simpang siur,” tulis Bonneff.

Put On sempat berhenti terbit ketika Jepang menduduki Indonesia. Kho Wan Gie menghidupkannya lagi tapi dengan nama Oh Koen di majalah Star Weekly pada 1949 tapi tak bisa menandingi popularitas Put On. Nama Put On kembali dipakai dalam komik strip yang dimuat di berbagai surat kabar seperti Sin Po, Pantja Warna, dan Warta Bakti hingga 1965. [Martin Sitompul].

TAG

ragam komik

ARTIKEL TERKAIT

AKU Petualangan Jurnalis Bernama Gadis Duet Pengusaha Indonesia Selundupkan Senjata Enam Hal Terkait Medis Dari Tapa ke Penjara Empat Hal Terkait Perempuan Dari Bersin hingga Penyakit Kelamin Dari Peragaan Busana hingga Bersulang Empat Hal Tentang Perang Serba-serbi Superhero Pertama Asia