top of page

Bogem Mentah untuk Chairil Anwar

Kerap bertingkah semaunya, penyair revolusioner itu pernah dijotos sahabatnya sendiri. Rujuk kembali karena lapar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Chairil Anwar di sekolah Taman Siswa, Jakarta. (Fernando Randy/Historia.ID).

15 Jan 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Apr

MINAT Chairil Anwar terhadap dunia sastra memang telah terasah sedari remaja. Waktu bersekolah di MULO Medan, Chairil tercantum sebagai anggota redaksi majalah dinding Ons MULO Blad. Di sana, Charil kerap menuangkan karya dalam bentuk prosa. Di balik jiwa seninya, Chairil memiliki kepribadian yang nyentrik. Chairil yang gemar bermain pingpong itu akan selalu berteriak jingkrak-jingkrak kalau menang.  


“Tingkah laku inilah yang menarik perhatian saya. Ah, jadi inilah Chairil Anwar,” tutur Hans Bague Jassin dalam bunga rampai Memoar Senarai Kiprah Sejarah Jilid 1. Waktu itu, Chairil siswa MULO (setara SMP) berusia 14 sedangkan Jassin lima tahun lebih tua dan duduk di bangku HBS (setara SMA).


Perkenalan Chairil dan Jassin selanjutnya terjadi di Batavia. Pada zaman pendudukan Jepang, Chairil menjadi penyiar radio Jepang sembari menulis puisi dan sajak. Sementara itu, Jassin bergiat di majalah Panji Pustaka sebagai wakil pemimpin redaksi. Mereka terlibat aktif diskusi sastra yang diselenggarakan Himpunan Sastrawan Angkatan Baru. Dalam wadah itu, Chairil dan Jassin mulai bersahabat karib.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
Sejarawan mengungkap peran Sanusi Pane sebagai budayawan, aktivis politik, hingga jurnalis kritis pada masa pergerakan nasional.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
Salah satu sineas paling dihormati sepanjang sejarah. Dikenang Europe on Screen (EoS) tahun ini lewat pemutaran tiga karyanya.
transparant.png
bottom of page