- 2 Mei 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
MASYARAKAT Indonesia mulai mudik Lebaran ke kampung halaman sejak beberapa hari lalu. Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik tahun ini mencapai 85 juta orang. Jumlah pergerakan manusia yang gigantik ini akan menimbulkan tantangan besar dari segi logistik, keselamatan, dan keamanan. Perkiraan angka ini didasarkan pada fakta bahwa banyak orang Indonesia yang tidak bisa mudik selama dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.
Dalam sejarah mudik dan Lebaran, ada beberapa peristiwa besar yang membatasi orang pulang kampung. Ketika peristiwa tersebut berhasil dilewati, orang kembali bisa bersilaturahmi dengan keluarga dan kolega serta dapat merayakan Lebaran dengan khusyuk. Contohnya adalah pandemi Covid-19 tahun 2019–2021 dan perang kemerdekaan tahun 1945–1949.
Sukarno dan Mohamad Hatta, atas nama bangsa Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Namun, usaha menegakkan kemerdekaan tidaklah mudah. Konflik dengan Sekutu terjadi di bulan-bulan terakhir tahun 1945. Berbagai perselisihan dan kontak senjata melawan Belanda, yang ingin menegakkan kembali kolonialismenya, terjadi dari akhir 1945 hingga pengakuan kedaulatan Indonesia pada Desember 1949.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












