- 26 Apr 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
JALUR rempah menghubungkan Maluku yang menjadi sumber rempah dengan laut Jawa, Champa (Kamboja dan Vietnam) di utara, sampai ke Tiongkok. Menghubungkan Selat Malaka, Aceh, dan Srilanka di barat. Dari Aceh terhubung ke Semenanjung Malaysia, Burma, Bangladesh, dan turun di pantai timur India.
Dari selatan India, para pelaut yang mengarungi jalur ini pada musim yang tepat bisa berlayar langsung ke Yaman. Ada pula yang melewati pantai barat India hingga ke Persia sampai ke ujung Teluk Persia atau Teluk Arab.
Bukan hanya perdagangan dan komoditas, jalur rempah juga menjadi jalur bagi pertukaran budaya. Sebagaimana dikatakan Dekan Fakultas Islam Nusantara, Universita Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Ahmad Suaedy, jalur ini juga bisa dilihat sebagai jaringan intelektual dan spiritual. Bahkan akar kosmopolitanisme Islam di Nusantara berawal dari jalur rempah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















