top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Eleazar, Imam Besar Bangsa Israel

Dia meneruskan jabatan "imam besar" yang semula diemban ayahnya. Bersama Yosua, Eleazar memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian.

21 Feb 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi Musa mengurapi Yosua sebagai pemimpin bangsa Israel di depan imam besar Eleazar. Sumber: Takla.org.

Dari kejauhan di Gunung Abarim, sebelah timur Sungai Yordan, Musa memandang tanah Kanaan. Dia tak sempat memasuki negeri itu. Atas petunjuk Allah, Musa menjelang kematiannya, memilih Yosua sebagai penggantinya. Di hadapan segenap bangsa Israel, Musa meletakkan tangannya ke atas Yosua.


“Ia (Yosua) harus berdiri di depan imam Eleazar, supaya Eleazar menanyakan keputusan Urim bagi dia di hadapan Tuhan,” demikian Alkitab mencatatnya dalam Bilangan 27:21a. Urim adalah alat perlengkapan imam besar bangsa Israel kuno untuk mengetahui kehendak Allah. 


Dalam memimpin bangsa Israel, Yosua dibantu Eleazar yang berkedudukan sebagai imam besar. Sebagaimana Yosua menggantikan Musa, Eleazar juga menggantikan ayahnya, Harun. Nama Eleazar dalam bahasa Ibrani memiliki arti “Allah telah menolong.”



Imam Besar Generasi Kedua


Eleazar adalah putra Harun, keponakan Musa, keturunan dari Suku Lewi. Dia anak ketiga setelah Nadab dan Abihu. Kedua kakaknya itu mati ditelan api di padang gurun Sinai. Sebagai imam, Bilangan 3:4 menyebutkan mereka mempersembahkan api yang asing ke hadapan Tuhan. Eleazar bersama adiknya, Itamar, kemudian menjalankan jabatan imam mendampingi ayah mereka sebagai imam besar.


Kata imam berasal dari bahasa Arab yang berarti pemimpin sembahyang. Dalam Kamus Alkitab yang disusun Wilfred Robert Francis Browning, “imam” adalah perantara antara umat Israel dan Allah. Fungsi utama keimamatan antara lain mempersembahkan korban bakaran dengan tugas tambahan mengajarkan hukum Taurat. Sementara imam besar, bertindak sebagai juru bicara umat Israel kepada Allah, dan juru bicara Allah kepada umat-Nya.

“Harun dan Eleazar, penggantinya, adalah perintis lembaga ini,” tulis Browning.



Eleazar memulai pelayanan sebagai imam besar begitu Harun mangkat. Peristiwa ini terjadi ketika bangsa Israel tiba di Gunung Hor. Musa membawa Harun serta Eleazar mendaki gunung itu. Menjelang kematian Harun, Musa menanggalkan jubah kudus imam besar (efod) Harun dan mengenakannya kepada Eleazar.


“Harun meninggal disana; Musa dan Eleazar kembali berdua saja. Umur Harun 123 tahun saat ia meninggal,” ulas F.L Bakker dalam Geschiedenis de Gods openbaring (Sejarah Kerajaan Allah Jilid I).


Menurut Bakker, Gunung Hor berdiri di perbatasan negeri Edom. Gunung ini kemudian bersalin bernama menjadi Dsybel Harun (Gunung Harun), sebuah gunung yang tingginya 1300 m. Di atas Gunung Harun terdapat sebuah kuburan Islam yang disebut kuburan Harun. 


Memasuki Kanaan 


Penobatan Eleazar sebagai imam besar berlangsung menjelang berakhirnya masa pengembaraan bangsa Israel. Alkitab tidak mencatat berapa usia Eleazar pada saat itu. Namun, kematian Harun diperkirakan pada tahun 1407 SM. Harun mengemban jabatan imam besar selama 39 tahun sejak 1445 SM. Setelah itu, Eleazar menggantikannya.


“Peristiwa itu terjadi pada tanggal 1 bulan 5 tahun ke-40 eksodus, sekitar 8 bulan sebelum masuk ke tanah Kanaan,” ungkap teolog Abraham Park dalam Imam Besar Kekal yang Dijanjikan dengan Sumpah: Silsilah Imam Besar.



Eleazar berperan dalam pengurapan Yosua. Sebagai penerus Musa untuk memimpin bangsa Israel, Yosua harus meminta petunjuk dari Eleazar.  Musa sendiri yang memberi tahu Yosua, jika ingin mengetahui maksud atau pimpinan Allah, ia harus pergi menghadap imam besar.


“Pada waktu itu, yang menjabat imam besar adalah Eleazar. Karena itu, Yosua pergi ke Eleazar menerima wahyu kehendak Allah melalui Urim dan Tumim,” jelas Witnes Lee dalam Life Study Exodus (alih bahasa Pelajaran Hayat Keluaran),


Urim dan Tumim, seperti disebut David Baron dalam The Ancient Scriptures and The Modern Jew, adalah dua benda yang ditaruh dalam tutup dada jubah imam besar di samping kedua belas batu permata yang melambangkan 12 suku Israel. Dalam bahasa Ibrani, “Urim” berarti terang atau benda penerang, sedangkan “Tumim” berarti pelengkap atau penyempurna. Benda kudus tersebut bersinar cemerlang ketika Yosua dihadapkan di depan Eleazar.



Ketika memasuki Kanaan, bangsa Israel menaklukkan bangsa-bangsa yang mendiami wilayah itu. Setelah penaklukkan, tugas pembagian tanah pusaka dipercayakan kepada Eleazar bersama Yosua dan para kaum keluarga dari suku-suku Israel. Eleazar tetap menjalankan perannya sebagai imam besar hingga bangsa Israel menetap di Kanaan hingga titimangsa 1390 SM. Setelah Eleazar wafat, jabatan imam besar diteruskan oleh putranya, Pinehas.   

2 Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Tri Kristanto
Tri Kristanto
04 Jul 2025
Dinilai 5 dari 5 bintang.

Mencerahkan... terimakasih

Suka

franky sahupala
franky sahupala
25 Jun 2025
Dinilai 5 dari 5 bintang.

Terimakasih Tuhan menyertai

Suka

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page