- 12 Mei 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Feb
BUYA Hamka bukan ulama biasa. Ia juga seorang sastrawan. Karya romannya yang terkenal dan melambungkan namanya adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah yang terbit tahun 1938.
Setelah membaca karya tersebut, masyarakat muslim pada saat itu ribut bukan main. Mereka menganggap seorang ulama tak pantas menulis roman percintaan. Bahkan, Hamka disebut kiai cabul.
“Ada yang mengatakan saya kiai roman. Bahkan ada yang mengatakan saya kiai cabul,” kata Hamka dalam Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












