Diperbarui: 11 Okt
SETELAH Islam masuk ke Barus, Sumatra Utara, ajaran Al-Qur'an dan Hadis mempengaruhi mantra perdukunan. Mantra ini dipakai para datu untuk pengobatan. Awalnya para datu berperan sebagai wakil raja atau wakil pemimpin desa. Tugasnya membimbing dalam keagamaan, adat istiadat, pengolahan tanah pertanian, peperangan, pencegahan, dan pengobatan penyakit.
Peran datu kemudian menyempit, terutama sejak berkembangnya sistem pemerintahan negara dan datangnya agama-agama besar, seperti Islam dan Kristen. Mereka kini lebih banyak berkecimpung dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit.
Ketika mengobati pasien, para datu menggunakan ramuan tradisional berupa tumbuhan, hewan, dan benda. Mereka juga melakukan ritual.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















