- 26 Mei 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
DAOED Joesoef baru dua bulan menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan (P dan K) pada Mei 1978. Tapi dia sudah kena semprot Majelis Ulama Indonesia (MUI). Musababnya Daoed hendak mengubah libur sekolah selama bulan puasa, dari sebulan lebih menjadi beberapa hari saja pada awal dan akhir puasa.
Hamka, ketua MUI, keberatan dengan niat Daoed. Menurutnya, perubahan libur puasa mesti lewat kajian mendalam dari beragam pihak. Tak bisa ujug-ujug muncul dan langsung diterapkan.
Libur puasa bagi anak sekolah “mengandung aspek-aspek yang luas dan masalahnya dianggap cukup peka, maka MUI menyarankan supaya diadakan satu lokakarya oleh Departemen P dan K, Departemen Agama, dan Dewan Pimpinan MUI untuk membahas persoalan itu secara mendalam,” tulis Yunan Nasution dalam “Libur Sekolah Bulan Ramadhan” termuat di Serial Media Da’wah, No. 60, Juni 1979.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












