Pilih Bahasa: Indonesia
Sukarno (1901-1970) dipilih Adi Kurdi

Produk Pendidikan yang Berhasil

Menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
 
Adi Kurdi.
Historia
pengunjung
1.6k

Di dalam dunia seni peran, nama Agustinus Adi Kurdi (67 tahun) tentu tidak asing lagi. Ketika melihatnya, orang teringat serial Keluarga Cemara yang populer pada 1997. Dalam serial itu, dia dikenal berkat perannya sebagai “Abah”.

Bengkel Teater, yang dipimpin W.S Rendra, menjadi tempat pertama bagi Adi Kurdi mengawali karier. Dari panggung teater, dia menjajal layar lebar. Kepiawaiannya berakting dalam film Gadis Penakluk (1980) membuatnya masuk nominasi pemeran utama pria terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1981. Setelah itu dia membintangi sejumlah judul film dan serial drama televisi, termasuk Kapan Kawin? dan serial Masalembo yang tayang 2015.

Abah Kurdi, yang juga mengajar, menaruh perhatian terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di balik popularitasnya sebagai aktor, dia begitu mengidolakan sosok Sukarno, sang proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia. Dengan logat Jawanya, Kurdi menyebut Sukarno sebagai salah produk pendidikan yang berhasil.

Mengapa Sukarno?

Sebenarnya saya mengagumi banyak sekali tokoh di masa lalu, yang menyumbangkan diri, mendermakan pikiran, sepanjang hidup tanpa kenal menyerah bagi bangsa Indonesia. Tapi yang utama Sukarno.

Sejak kapan Abah mengidolakan Sukarno?

Sejak SMP saya sudah mengikuti sepakterjangnya. Awalnya karena sosoknya yang tampan dan gagah, lalu saya ikuti semua buku-bukunya.

Apa yang Abah tangkap dari sosok Sukarno?

Hebat dia. Dia belajar dengan tekun untuk mendapatkan pengetahuan lalu mempraktikkannya dalam kehidupan. Mungkin emosinya dominan karena dia selalu terlibat dalam masalah percintaan, tapi dia tak pernah takut. Anda bayangkan, ketika sakit di Wisma Yaso, hanya dirawat dokter hewan bukan dokter spesialis, tidak didampingi keluarganya, dia tak mengeluh. Dia rela hidup untuk bangsa dan negaranya. Dia tak pernah menyerah.

Apa yang paling diingat dari Sukarno?

Sejak memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dia konsekuen dan bertanggungjawab. Dia berani melawan Amerika Serikat, negara adidaya yang bisa membuat Indonesia pada posisi sulit, dan menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung yang melahirkan Gerakan Non Blok.

Apakah Sukarno menginspirasi Abah dalam berkarya?

Oh iya. Awalnya saya dikenalkan agar menjadi lebih peka terhadap keindahan oleh kakek saya. Saya dilatih tidak kompromi. Seniman sebaiknya tidak kompromi. Idealisme tidak bisa ditukar dengan uang. Sebagai seniman saya ingin mewujudkan kebenaran dalam pikiran menjadi karya. Sukarno juga tak mau kompromi.

Abah menyebut Sukarno sebagai produk pendidikan yang berhasil. Bisa jelaskan?

Sukarno itu sosok yang lengkap. Dia mampu merumuskan pikiran, iman, perasaannya, menjadi sebuah karya. Tidak hanya kecerdasan berpikir, tapi trampil, sehingga bisa mewujudkannya menjadi karya. Apa yang dia lakukan tidak hanya ikut-ikutan orang. Sukarno wujud pendidikan yang berhasil karena mampu mengamalkan kebenaran yang dia terima dalam proses belajar.

Bagaimana produk pendidikan sekarang?

Sekarang pendidikan belum mengarahkan pada trampil. Pendidikan kita masih suka mendikte. Hasilnya apa? Contoh, partai politik tidak lagi berorientasi politik tapi hanya soal menang-kalah yang sebenarnya sangat simpel. Ini bukti pendidikan tidak berjalan dengan baik.

Seharusnya proses memahami kebenaran itu dilakukan murid sendiri. Setelah berhasil memahami kebenaran itu akhirnya muridlah yang memutuskan apakah pengetahuan itu penting dan berguna dalam kehidupannya. Jadi, ada proses kreatif untuk mencapai suatu kebenaran.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Terpopuler
1
HOS Tjokroaminoto (1882-1934) dipilih Maia Estianty | Kalau Ditindas Ya Melawan
2
Bob Marley (1945-1981) dipilih Ras Muhamad | Menebar Damai Lewat Reggae
3
Sukarno (1901-1970) dipilih Mieke Wijaya | Mengagumi Jiwa Seni Sukarno
4
Sukarno (1901-1970) dipilih Budiman Sudjatmiko | Belajar Berontak dari Bung Karno
5
Tjoet Nyak Dhien (1848-1908) dipilih Christine Hakim | Tak Mau Berkompromi
6
Gus Dur (1940-2009) dipilih Darius Sinathrya | Gus Dur dan Keberagaman
7
RA Kartini (1879-1904) dipilih Grace Natalie | Mencatat Gagasan Perlawanan
8
Mahatma Gandhi (1869-1948) dipilih Olga Lydia | Damai Sebagai Jalan Keluar
9
Usmar Ismail (1921-1971) dipilih Slamet Rahardjo Djarot | Sinema untuk Bangsa
10
Bunda Teresa (1910-1997) dipilih Didik Nini Thowok | Peka Terhadap Sesama
Adi Kurdi.
Adi Kurdi.