Pilih Bahasa: Indonesia
John Lennon (1940-1980) dipilih Ronal Surapradja

Pemusik Paripurna

Lagu-lagunya abadi. Dari soal cinta sampai protes antiperang.
 
Ronal Surapradja
Historia
pengunjung
1.1k

Di teve jago komedi, di radio lihai cuap-cuap. Itulah Ronal Surapradja, pria kelahiran Bandung, 26 Mei 1977. Dia mulai dikenal sebagai komedian kala membintangi serial komedi Extravaganza. Film layar lebar terbarunya berjudul The Wedding and Bebek Betutu. Sebagai seniman multitalenta, Ronal rupanya kepincut dengan sosok John Lennon.

Jonh Winston Lennon, atau dikenal sebagai John Lennon, lahir di kota pelabuhan Liverpool, Inggris, pada 9 Oktober 1940. Pada usia 20 tahun, dia membuat grup band pop The Beatles yang melegenda. John Lennon juga dikenal sebagai aktivis antiperang. Dua lagu ciptaannya, Imagine dan Give Peace A Chance, seolah jadi lagu wajib dalam aktivitas menentang perang.

Di sesela kesibukannya, Ronal Surapradja bercerita tentang tokoh inspiratifnya kepada Historia.

Adakah tokoh yang menjadi inspirasi Anda?

Ada, meski tidak banyak. Salah satunya John Lennon.

Bulan lalu trip ke Inggris, nonton Manchester United-Liverpool. Saya main ke Liverpool untuk ikut Magical Mystery Tour (tur keliling ke situs-situs bersejarah yang mewarnai perjalanan The Beatles). Ketika itulah saya seolah diingatkan lagi bahwa salah satu inspirasi saya adalah John Lennon.

Kenapa John Lennon?

Awalnya karena lagu-lagunya yang bagus, baik ketika masih di The Beatles, duet dengan Paul McCartney, atau ketika solo setelah The Beatles bubar. Dia seorang multi-instrumentalist yang mumpuni, lyricist yang indah, dan activist yang artistik. Dia melakukan protes perang dengan foto telanjang sama istri; kurang artistik apa coba?

Sejak kapan mengenal sosoknya?

Saya mendengar lagu The Beatles sejak usia sangat muda. Mungkin usia tiga tahun. Bapak saya penyebabnya. Bahkan sejak SD, ulangtahun, saya dikasih hadiah kaset The Beatles.

Apa lagu The Beatles yang paling menarik?

Semua lagu The Beatles enak. Ya... kecuali lagu “Revolution 9”, karena menurut saya itu bukan lagu. Isinya hanya suara orang pidato, sound effect, distorsi gitar, bahkan beberapa di antaranya diputar terbalik. Aneh, kalau kata orang. Jenius, kalau kata saya. Ini menunjukkan kalau otak John Lennon sudah duluan sebelum orang lain. Avantgarde! Karena untuk The Beatles/John Lennon, musik bukan hanya urusan tangga nada, tapi juga fashion, fanatisme, gaya hidup, politik, religi, gerakan sosial, dan lain-lain.

Kendati suda lama tiada, John Lennon tetap dipuja. Menurut Anda?

John Lennon sudah lama meninggal tapi dia masih punya penghasilan. Royalti gak pernah berhenti. Bahkan fansnya selalu bertambah. Itu karena karyanya tembus zaman. Liverpool semacam Mekah bagi mereka.

Begitupun ketika saya berada di New York City. Saya mengunjungi Dakota Apartement (tempat dia ditembak). Di seberangnya ada Strawberry Field Memorial di Central Park, ada mozaik batu bertuliskan “Imagine”, dan sampai hari ini orang masih berkumpul di sana, berfoto, menaruh bunga, dan menyanyikan lagu-lagunya. Beda bangsa, bahasa, bahkan keyakinan, disatukan oleh John Lennon.

Apa sisi kekurangan John Lennon?

Ada, dia mati terlalu cepat. Kenapa mati cepat? Ya karena terlalu hebat.

Anda menjadi seniman karena terinspirasi John Lennon?

Saya jadi seniman bukan karena dia. Susah menyaingi dia. Yang setara sama dia hanya sahabatnya, Sir Paul McCartney.

Saya hanya membuat kemampuan saya sebagai orang SUNDA (SUka bercaNDA) menjadi penghasilan. John Lennon hebat, tapi dia gak selucu saya. Hahaha. Cara sombongnya sedikit-banyak terinspirasi sih. Hahaha.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Terpopuler
1
HOS Tjokroaminoto (1882-1934) dipilih Maia Estianty | Kalau Ditindas Ya Melawan
2
Bob Marley (1945-1981) dipilih Ras Muhamad | Menebar Damai Lewat Reggae
3
Sukarno (1901-1970) dipilih Budiman Sudjatmiko | Belajar Berontak dari Bung Karno
4
Sukarno (1901-1970) dipilih Mieke Wijaya | Mengagumi Jiwa Seni Sukarno
5
Tjoet Nyak Dhien (1848-1908) dipilih Christine Hakim | Tak Mau Berkompromi
6
RA Kartini (1879-1904) dipilih Grace Natalie | Mencatat Gagasan Perlawanan
7
Gus Dur (1940-2009) dipilih Darius Sinathrya | Gus Dur dan Keberagaman
8
Mahatma Gandhi (1869-1948) dipilih Olga Lydia | Damai Sebagai Jalan Keluar
9
Usmar Ismail (1921-1971) dipilih Slamet Rahardjo Djarot | Sinema untuk Bangsa
10
Mohammad Hatta (1902-1980) dipilih Salman Aristo | Berpikir Lurus dan Jernih
Ronal Surapradja
Ronal Surapradja