Pilih Bahasa: Indonesia
Bob Marley (1945-1981) dipilih Ras Muhamad

Menebar Damai Lewat Reggae

Pesan cinta dan damai disebarkan dari negara dunia ketiga, Jamaika, melalui musik reggae.
Ras Muhamad.
Foto
Historia
pengunjung
3.6k

Untuk menepis anggapan miring tentang musik reggae, Muhammad Egar atau lebih dikenal dengan nama Ras Muhamad menulis sebuah buku berjudul Negeri Pelangi, yang diluncurkan bersama single album berjudul sama awal tahun 2014. Buku ini, buah dari perjalanannya ke Ethiopia, mengupas bukan hanya reggae tapi juga sejarah, semangat perlawanan, hingga Bob Marley, tokoh idolanya.

Bob Marley dilahirkan di St. Ann Parish, Jamaika, pada 6 Februari 1945. Bakat bermusik dan menyanyinya berkembang di salah satu kota termiskin di Jamaika, Trench Town. Pada 1963, bersama Neville O’Rilley Livingstone dan Peter McIntosh, dia mendirikan grup band Wailing Wailers. Dari kota terkumuh di Jamaika, genre musik roots reggae yang Bob usung mendunia.

Ditemui di sela kesibukan menyiapkan album keempatnya di sebuah studio musik di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Ras Muhammad berbagi cerita tentang tokoh idolanya.

Kapan mulai mengenal sosok Bob Marley?

Saya mengenal musik reggae pada 1993 namun baru tiga tahun kemudian menyukai genre root reggae yang disebarluaskan Bob Marley. Gara-garanya, saat saya sekolah setingkat SMP di New York, ada mata pelajaran yang menghubungkan musik dengan dampak sosial. Lagu-lagu Beatles dan Bob Marley menjadi bahan kajian. Salah satu lagu Bob yang dikupas adalah “Redemption Song”.

Mengapa memilih Bob Marley?

Saya suka perjuangannya, terutama pembelaannya terhadap bangsa Afrika, dengan cara yang manis melalui musik reggae. Pendapat radikal Bob tentang rakyat Ethiopia diungkap dalam lagu “Zion Train”: two thousand years of history, could not wiped away so easily. Jadi, Bob memandang sejarah identitas bangsa Afrika berusaha dihapuskan bersamaan datangnya kolonialisme bangsa kulit putih. Namun itu tak mudah. Salah satu yang bertahan dari gempuran kolonialisme adalah Ethiopia, sebagai satu kerajaan independen.

Alasan lainnya?

Bob Marley pernah mengatakan, “don’t forget your history, know your destiny”. Kurang lebih berarti jangan lupakan sejarah, pahami takdirmu. Itu ada dalam lagu “Rat Race”. Dalam konteks kebangsaan, ini dapat dimaknai bahwa dengan mengetahui asal dan sejarah kita, maka kita bisa menentukan bagaimana akan melangkah ke depan.

Kemudian dalam lagu “Zimbabwe”, ada lirik manis, every man gotta right to decide his own destiny. Setiap orang memiliki hak untuk mengontrol nasibnya. Seperti dirinya, Bob terlahir dari kalangan termiskin namun dia berjuang memperbaiki nasib hingga kita kenal sampai sekarang.

Adakah semangat Bob Marley dalam karya Anda?

Dalam bermusik, setidaknya saya mencoba menyuarakan suara-suara yang selama ini terpendam. Suara minoritas di negeri ini.

Menurut Anda, adakah sisi kelemahan dari Bob?

Plus-minus pasti ada, sebab dia juga manusia. Kalo minusnya ya dia lemah di depan perempuan. Istrinya satu, Rita Marley, melahirkan lima anak. Lalu dia punya delapan anak dari enam perempuan berbeda. Kabarnya, sampai sekarang, mereka akur satu sama lain. Namun setidaknya dia tidak munafik dengan perempuan. Minus yang lain, dia keras kepala. Misalnya, dia menolak disebut punya kanker dan mengoperasi jempol kakinya di mana kanker itu bermula. Pada akhirnya, dia meninggal karena penyakit tersebut.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Terpopuler
1
HOS Tjokroaminoto (1882-1934) dipilih Maia Estianty | Kalau Ditindas Ya Melawan
2
Bob Marley (1945-1981) dipilih Ras Muhamad | Menebar Damai Lewat Reggae
3
Sukarno (1901-1970) dipilih Budiman Sudjatmiko | Belajar Berontak dari Bung Karno
4
Tjoet Nyak Dhien (1848-1908) dipilih Christine Hakim | Tak Mau Berkompromi
5
Mahatma Gandhi (1869-1948) dipilih Olga Lydia | Damai Sebagai Jalan Keluar
6
Gus Dur (1940-2009) dipilih Darius Sinathrya | Gus Dur dan Keberagaman
7
RA Kartini (1879-1904) dipilih Grace Natalie | Mencatat Gagasan Perlawanan
8
Usmar Ismail (1921-1971) dipilih Slamet Rahardjo Djarot | Sinema untuk Bangsa
9
RA Kartini (1879-1904) dipilih Artika Sari Devi | Meruntuhkan Tembok Pembatas
Ras Muhamad.
Foto
Ras Muhamad.
Foto