Pilih Bahasa: Indonesia

Di Balik Kacamata Jacqueline Kennedy

Dipopulerkan oleh Jackie Kennedy, kacamata berukuran besar kembali menjadi tren.
Historia
Historia
pengunjung
7.5k

PADA masa hidupnya, Jacqueline Kennedy Onassis adalah seorang trendsetter di dunia fashion. Semasa mendampingi John F. Kennedy atau JFK, Jackie mencuri perhatian dengan gaun-gaun yang feminin, elegan, namun tetap menonjolkan individualitas. Aktivitasnya di berbagai jamuan kenegaraan bersesuaian dengan gaya berbusananya.

John F. Kennedy tewas dengan tragis dalam peristiwa penembakan di Dallas Texas pada 22 November 1963. Jackie memperlihatkan keberanian dan kelasnya sebagai perempuan. Hanya 99 menit setelah peristiwa penembakan itu, masih mengenakan baju yang ternoda darah almarhum suaminya, Jackie Kennedy berdiri mendampingi Wakil Presiden Lyndon Johnson mengambil sumpah kepresidenannya.

Setelah menjanda beberapa lama, Jackie menikah dengan raja kapal Aristotle Socrates Onassis pada 20 Oktober 1968. Peran barunya sebagai istri seorang multijutawan disebut-sebut sebagai salah satu alasan perubahan gaya berbusananya.

Gaun-gaun resmi yang anggun berganti dengan setelan bergaya semiformal, nyaman, namun tetap elegan. Di masa ini pula Jackie, yang kemudian lebih populer disebut Jackie O, mulai mengenakan kacamata berukuran besar. Kacamata buatan rumah mode ternama Nina Ricci dan Gucci menjadi pilihannya. Kacamata hitam menjadi penting sebab beberapa kali dalam setahun ia menghabiskan waktunya di Pulau Skorpios, Yunani, tanah kelahiran suami keduanya.

Setelah Onassis meninggal dunia pada 1975, Jackie menjadi janda untuk kali kedua. Ia pindah ke New York, di sebuah kediaman yang dibelinya tak lama setelah kematian JFK. Jackie kemudian bekerja menjadi editor dua penerbitan besar Viking Press dan Doubleday.

Kepopulerannya membuat ia kerap dikejar-kejar paparazzi. Kacamata super besar amat berguna untuk mengelak kejaran yang tak ada habisnya itu. Sarah Bradford menuliskan sekelumit fakta tentang Jackie dan kacamatanya dalam sebuah biografi berjudul America’s Queen, The Life of Jacqueline Kennedy Onassis. Jackie memiliki sebuah kotak berisi puluhan pasang kacamata superbesar yang ia letakkan di ruang tamu apartemennya. Kotak besar itu sengaja ia taruh di dekat pintu agar ia tak lupa membawa setidaknya sepasang kacamata sebelum bepergian ke manapun.

Kacamata superbesar seolah bagian dari penampilannya yang tak terpisahkan. Gaya ini pun menjadi trademark yang selalu dihubungkan dengan Jackie-O, sehingga pada akhir 1970-an kacamata berukuran besar dikenal sebagai kacamata Jackie-O atau kacamata Onassis. Tren kacamata Jackie bertahan selama beberapa waktu. Selebritas lain semisal Elton John mengenakan kacamata model Jackie dengan bingkai yang dimodifikasi berwarna putih. Sementara Jackie sendiri masih memilih kacamata dengan gaya yang sama hingga kematiannya pada 19 Mei 1994.

Memasuki dekade 1980-an kacamata ini mulai kehilangan popularitas. Tren fashion lebih memilih kacamata dengan ukuran lensa yang jauh lebih kecil dan desain yang futuristik.

Namun tren fashion kembali berputar. Pertengahan 2005, kacamata ini mulai digemari lagi. Tak hanya model Jackie O. Kacamata bermodel klasik, yang memiliki ukuran lensa relatif besar dibandingkan tren 1990-an, juga kembali populer. Beberapa di antaranya Wayfarer, Aviator, dan kacamata berlensa bulat ala John Lennon. Wayfarer dipopulerkan mendiang aktor James Dean. Semasa hidupnya, John F.Kennedy juga kerap mengenakan jenis kacamata Wayfarer. Aviator awalnya diciptakan khusus oleh perusahaan kacamata Ray Ban untuk para pilot. Sementara jenis kacamata ala John Lennon dalam diameter yang lebih besar kini kerap dipakai aktor ternama semisal Johny Depp.

Pada 2007, kacamata retro termasuk kacamata Jackie O melengkapi penampilan para supermodel dalam peragaan-peragaan busana di runway terkemuka di Paris, New York, dan Milan. Model kacamatanya tak jauh beda dengan model kacamata di masa sebelumnya. Modifikasi hanya pada lensa yang dibuat semakin tipis tapi lebih kuat.

Bulan Maret 2009, rumah mode Nina Ricci kembali memproduksi kacamata berukuran besar yang merupakan replika salah satu kacamata yang kerap dipakai Jackie O semasa hidupnya. Bentuk lensanya cenderung kotak, berbeda dari kacamata Jackie lainnya. Hingga musim semi 2010 rumah-rumah mode terkemuka seperti Prada, Gucci, Roberto Cavalli, dan Armani berlomba memproduksi kacamata berukuran besar dalam berbagai model dan variasi.

Para selebritas semisal Nicole Richie, Victoria Beckham, Jessica Simpson, Paris Hilton, Katie Holmes, hingga Lady Gaga ikut mendongkrak popularitas kacamata Jackie-O. Sama seperti Jackie O, mereka menggunakannya untuk menyembunyikan diri dari kejaran paparazzi.

Nicole Richie mulai mengenakan kacamata ini pada 2005. Terinspirasi gaya kacamata Jackie, Richie membuat rancangan kacamata di bawah label fashion yang ia dirikan, House of Harlow. Ia menyebut model kacamatanya sebagai House of Harlow 1960 Sunglasses.

Di Indonesia, gaya retro diadaptasi banyak kelompok musik. Sebut saja Naif, band anak muda yang pernah mengecap pendidikan di Institut Kesenian Jakarta. Mereka menjadikan kacamata superbesar sebagai bagian dari penampilan mereka. David Naif, pentolan band ini, memiliki puluhan kacamata superbesar. Sebelum tren kacamata besar kembali melanda seperti sekarang, ia mendapatkannya di pasar-pasar loak.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 33 Tahun 3
Kejahatan Perang Belanda
Kisah ini kami hadirkan bukan untuk mengaburkan batas sikap tentang apa makna menjajah dan dijajah. Kami ingin membahas apa yang..
 
Komentar anda
Historia
Historia