Pilih Bahasa: Indonesia

Singkong Marhaen

Ketika Sukarno dan Achmad Yani menyantap "singkong Marhaen" di Istana Negara.
 
AM Hanafi dan Sukarno.
Historia
pengunjung
6.9k

Suatu pagi, Januari 1965. A.M. Hanafi, duta besar Republik Indonesia untuk Kuba, datang ke Istana Negara. Di sana, dia mendapati Bung Karno tengah berbincang dengan Menteri/Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Achmad Yani. Dia bergabung.

Di tengah perbincangan, seorang pelayan istana masuk dengan membawa tiga cangkir kopi dan sepiring singkong rebus. Begitu diletakkan di atas meja, tanpa babibu Hanafi mengambil dan menyodorkan piring kepada Yani.

“Pak Yani, mari, ini singkong Marhaen, ditanam oleh kaum Marhaen, makanan kaum Marhaen, ini hari naik ke Istana Marhaen. Mari, silakan, Pak,” ujar Hanafi.

Alih-alih mencomot singkong rebus, Yani mengambil piring itu lalu menyodorkannya kepada Bung Karno sambil berkata: “Silakan Bapak Marhaen dulu.”

Bung Karno kontan tergelak. Seraya mengambil singkong rebus, dia pun berkata: “Silahkan, Panglima Tentara Marhaen.”

Kontan semua di ruangan tertawa, termasuk para pengawal dan pelayan yang mendengar dari kejauhan.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
AM Hanafi dan Sukarno.
AM Hanafi dan Sukarno.