Pilih Bahasa: Indonesia

Penyesalan Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara menyesal pernah menolak jabatan menteri. Belakangan, dia merasa mampu jadi presiden.
 
Petinggi PRRI. Kiri-kanan: Suleiman, Mohamed Sjafei, Burhanuddin Harahap, dan Sjafruddin Prawiranegara, 1 Januari 1958.
Foto
Historia
pengunjung
7.7k

Saat Sutan Sjahrir ditunjuk sebagai formatur kabinet, Sjafruddin Prawiranegara diminta duduk sebagai menteri keuangan. Namun, dia menolak dengan alasan kurang berpengalaman.

Di kabinet berikutnya, Sjahrir kembali mendekati Sjafruddin dan menawari posisi menteri muda keuangan. Kali ini, dia menerima.

Setelah tahu cara kerja menteri keuangan, Sjafruddin menyesal mengapa tidak menerima tawaran Sjahrir sejak dulu. Sebagai menteri keuangan, dia merasa menunaikan tugas dengan lebih baik.

Bahkan, “Belakangan saya pikir, sekiranya saya menjadi presiden, saya bisa melakukan segalanya dengan lebih baik daripada Sukarno,” ujarnya kepada Thee Kian Wie dalam Pelaku Berkisah.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Petinggi PRRI. Kiri-kanan: Suleiman, Mohamed Sjafei, Burhanuddin Harahap, dan Sjafruddin Prawiranegara, 1 Januari 1958.
Foto
Petinggi PRRI. Kiri-kanan: Suleiman, Mohamed Sjafei, Burhanuddin Harahap, dan Sjafruddin Prawiranegara, 1 Januari 1958.
Foto