Pilih Bahasa: Indonesia

Lagak Sukarno Naik Kuda

Sukarno menunggangi kuda yang garang. Semula ciut, namun akhirnya dia bisa mengendalikan tunggangannya itu.
Presiden Sukarno menunggangi kuda.
Historia
pengunjung
2.9k

Pada peringatan ulang tahun pertama Angkatan Perang Republik Indonesia (sekarang TNI) pada 5 Oktober 1946, Presiden Sukarno dijadwalkan naik kuda untuk inspeksi pasukan.

Seorang prajurit kavaleri melatihnya. Di akhir sesi latihan, Sukarno berbisik: “Untuk pawai besok, berilah saya kuda yang paling lunak, paling tua, paling jinak, dan hampir mendekati kematiannya.”

Si prajurit menolak: “Tidak pantas buat Bapak. Kuda yang Bapak naiki harus kuda yang muda dan garang.”

Sukarno cemas namun dipendam dalam hati.

Keesokan harinya, saat acara, kekhawatirannya terjadi. Kuda tunggangannya menjadi liar. Sukarno ciut nyali, namun sifat pelagaknya muncul di depan pasukan yang bersorak. Dia memainkan pergelangan, mengingat apa yang diajarkan si prajurit kavaleri. Akhirnya, tunggangan itu pun dapat dikuasai.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Presiden Sukarno menunggangi kuda.
Presiden Sukarno menunggangi kuda.