Pilih Bahasa: Indonesia

Bung Hatta dan Kecoa

Bung Hatta mengajukan tebak-tebakan setelah melihat kecoa masuk ruang tahanan.
 
Bung Hatta (kedua dari kanan), Sutan Sjahrir (kedua dari kiri), dan Mohamad Bondan (duduk, kedua dari kiri).
Historia
pengunjung
8.9k

Saat perjalanan menuju pengasingan di Boven Digul, Papua, kapal yang membawa Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Mohamad Bondan singgah di Makassar. Mereka ditempatkan dalam satu kamar.

Suatu waktu, Hatta mengajukan tebak-tebakan: “Siapa yang tahu satu kata yang terdiri dari empat huruf K?”

Bondan putar otak. Teringat seorang pejabat Belanda, dia menjawab: “Lekkerkerker.”

Sjahrir menimpali: “Salah. Lekkerkerker terdiri dari dua kata, yaitu lekker dan kerker”. Lekker artinya enak atau nyaman dan kerker artinya penjara. "Jadi, apanya yang enak di penjara?" tanya Sjahrir.

Bondan mempertahankan jawabannya bahwa Lekkerkerker telah menjadi satu kata dan jadi nama orang.

Lama juga mereka berpikir namun tidak ada yang menemukan jawabannya. Akhirnya, Hatta sendiri yang menjawabnya sembari tersenyum: “Kakkerlak.”

"Mungkin dia melihat kakkerlak (coro atau kecoa) masuk ke dalam ruang tahanan sehingga menemukan teka-teki itu," kata Bondan.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Bung Hatta (kedua dari kanan), Sutan Sjahrir (kedua dari kiri), dan Mohamad Bondan (duduk, kedua dari kiri).
Bung Hatta (kedua dari kanan), Sutan Sjahrir (kedua dari kiri), dan Mohamad Bondan (duduk, kedua dari kiri).