Pilih Bahasa: Indonesia

Tradisi Perempuan Berkaki Kecil

Mengapa perempuan era kekaisaran Tiongkok mesti berkaki kecil?
 
Historia
Historia
pengunjung
3.2k

Tradisi Tiongkok kuno mengenal praktik membebat kaki (footbinding). Diperkirakan berawal pada abad ke-10, di masa Dinasti Tang, kaki yang mungil diidentikkan dengan kegemulaian, erotisme, dan keanggunan.

Karenanya, sejak usia lima tahun, kaki anak perempuan diikat sedikit demi sedikit dengan kain tebal untuk mencegah pertumbuhannya. Proses menyakitkan ini berlangsung tahunan; membuat perempuan sulit beraktivitas hingga cacat permanen.

“Lelaki jarang mendapat kesempatan melihat kaki wanita dalam keadaan terbuka, karena biasanya tertutup daging busuk dan jika ikatannya dibuka akan menyebarkan bau tak sedap,” tulis Jung Chang dalam Angsa-Angsa Liar.

Tradisi yang menyiksa perempuan ini baru berakhir seiring runtuhnya kekaisaran Tingkok awal abad ke-20.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Historia
Historia