Pilih Bahasa: Indonesia

Tradisi Perempuan Berkaki Kecil

Mengapa perempuan era kekaisaran Tiongkok mesti berkaki kecil?
 
Historia
Historia
pengunjung
2.9k

Tradisi Tiongkok kuno mengenal praktik membebat kaki (footbinding). Diperkirakan berawal pada abad ke-10, di masa Dinasti Tang, kaki yang mungil diidentikkan dengan kegemulaian, erotisme, dan keanggunan.

Karenanya, sejak usia lima tahun, kaki anak perempuan diikat sedikit demi sedikit dengan kain tebal untuk mencegah pertumbuhannya. Proses menyakitkan ini berlangsung tahunan; membuat perempuan sulit beraktivitas hingga cacat permanen.

“Lelaki jarang mendapat kesempatan melihat kaki wanita dalam keadaan terbuka, karena biasanya tertutup daging busuk dan jika ikatannya dibuka akan menyebarkan bau tak sedap,” tulis Jung Chang dalam Angsa-Angsa Liar.

Tradisi yang menyiksa perempuan ini baru berakhir seiring runtuhnya kekaisaran Tingkok awal abad ke-20.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Historia
Historia