Pilih Bahasa: Indonesia

Dokter Perempuan Pertama Indonesia

Siapa dokter perempuan pertama Indonesia?
 
Marie Thomas, dokter perempuan pertama Indonesia.
Historia
pengunjung
17.8k

Marie Thomas, kelahiran Likupang, Manado, tahun 1896. Dia lulusan Stovia (School tot Opleiding van Indische Artsen atau Sekolah untuk Pendidikan Dokter Bumiputera). Stovia mulanya hanya menerima murid laki-laki.

Menurut sejarawan Belanda, Liesbeth Hessleink dalam “Marie Thomas (1896-1966), de eerste vrouwelijke arts in Nederlands-Indie”, dimuat Javapost.nl, 6 September 2012, diterimanya perempuan tak lepas dari pengaruh Aletta Jacobs, dokter perempuan pertama di Belanda.

Ketika melakukan tur keliling dunia, pada 18 April 1912, Aletta singgah di Batavia dan bertemu dengan Gubernur Jenderal AWF Idenburg. Pada pertemuan itu, dia menyampaikan keinginanya agar perempuan bumiputera memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan kedokteran. Harapan Aletta berbuah hasil.

Dengan beasiswa dari Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA), yayasan dana pendidikan dokter perempuan, Marie Thomas mendaftarkan diri dan masuk Stovia tahun 1912. Lulus tahun 1922, dia bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis (CBZ, kini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) di Batavia. Marie Thomas kemudian jadi spesialis Indonesia pertama dalam bidang ginekologi dan kebidanan.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Marie Thomas, dokter perempuan pertama Indonesia.
Marie Thomas, dokter perempuan pertama Indonesia.