Pilih Bahasa: Indonesia

Cara Pria Asia Tenggara Kuno Memuaskan Pasangan

Apakah masyarakat Asia Tenggara kuno sudah mengenal alat bantu berhubungan seksual?
 
Bola-bola penis.
Foto
Historia
pengunjung
21.7k

Sudah. Sejarawan Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1650, memperlihatkan serba-serbi tak lazim masyarakat Asia Tenggara dalam berhubungan seksual. Para pria biasanya menggunakan aksesoris pada penis untuk memuaskan pasangan. Mereka melakukannya, sekalipun proses pembuatannya menyakitkan, demi sensasi seksual tiada tara.

Di Siam (Thailand), pria yang menginjak usia 20 tahun mengiris penis dengan pisau halus lalu memasukan bola-bola atau lonceng kecil pada kulit lepas di sisi sekitar kepala penis. "Bola-bola penis" sebesar anggur ini dipakai juga di Malaka hingga Makassar dan sebagian Jawa. Selain untuk fungsi seksual, ia menjadi penanda status sosial, berdasarkan material logam yang digunakan pada bola.

Di Filipina bagian tengah dan selatan, penis lelaki yang besar maupun kecil ditusuk menembus kepalanya dengan mur timah atau emas sebesar bulu angsa. Di kedua ujungnya dilekatkan sesuatu berupa taji. Demikianlah perempuan-perempuan Filipina menginginkan pria mereka agar menggapai kenikmatan bersenggama. Tradisi yang sama juga terjadi pada Suku Iban dan Kayan di Kalimantan.

“Tradisi lisan menyatakan bahwa hubungan seksual tanpa alat demikian masih kalah nikmat dari masturbasi,” tulis Reid. Praktik tersebut mulai hilang ketika pengaruh agama Islam dan Kristen masuk.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Bola-bola penis.
Foto
Bola-bola penis.
Foto