Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Warisan Daoed Joesoef

Soeharto pening kepala karena aksi-aksi mahasiswa. Obatnya normalisasi kehidupan kampus.
 
Daoed Joeseof, menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1982).
Foto
Historia
pengunjung
4.3k

DAOED Joesoef, mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabinet Pembangunan III (1978-1982), meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, pada 23 Januari 2018, pukul 23.55 WIB.

Pada April 1978, Daoed Joesoef menggantikan Syarif Thayeb sebagai menteri P dan K. Kepala Staf Kopkamtib Sudomo memerintahkannya untuk menormalisasi kampus. Sebab, sebelumnya mahasiswa menuntut agar Soeharto menolak dicalonkan kembali menjadi presiden dalam Sidang Umum MPR RI. Beberapa mahasiswa ditangkap dan Dewan Mahasiswa dibubarkan.

Pembubaran Dewan Mahasiswa diteken oleh Panglima Kopkamtib (waktu itu dijabat Jenderal Soeharto) lewat Surat Keputusan SKEP No 02/KOPKAM/I/1978. Alasannya, “untuk menyelamatkan mahasiswa seluruhnya dari pimpinan mahasiswa yang salah, yang menyalahgunakan kepercayaan mahasiswa dan mengatasnamakan mahasiswa.”

Pada 23 Januari 1978, Kepala Staf Kopkamtib Sudomo mengeluarkan pernyataan soal pembubaran Dewan Mahasiswa. Sudomo juga melarang terbit tujuh koran di Jakarta karena “menyiarkan berita yang memanaskan dan menajamkan keadaan”. Pada tanggal yang sama, Sudomo mengundang sejumlah rektor universitas negeri maupun swasta, koordinator perguruan tinggi swasta (Kopertis), serta Kakanwil P dan K. Dalam pertemuan itu, para rektor bersepakat mengembalikan suasana kampus menjadi lebih sehat dan ilmiah, lepas dari kegiatan politik.

Tak cukup pertemuan di tingkat menteri. Soeharto merasa perlu mengumpulkan para rektor di Bina Graha, dalam rangka rapat kerja rektor se-Indonesia, 14 Februari 1978. Seperti mengulang penyataan Sudomo, Soeharto menuding kehidupan mahasiswa dengan kebebasan mimbar akademisnya telah disalahgunakan.

Mahasiswa memprotes dan menolak pembubaran Dewan Mahasiswa. Tak hanya berdemonstrasi. Mereka juga melakukan aksi mogok kuliah, seperti dilakukan mahasiswa UI sepanjang Maret 1978. Sebulan kemudian, mahasiswa di beberapa universitas melakukan hal serupa.

Di tengah aksi mahasiswa, Sidang Umum MPR tetap digelar. Soeharto melenggang menjadi presiden kali ketiga, dengan Adam Malik sebagai wakilnya.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Daoed Joeseof, menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1982).
Foto
Daoed Joeseof, menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1982).
Foto