Pilih Bahasa: Indonesia

Takdir Bing Mencipta Tawa

Mulai dari radio, televisi sampai layar lebar telah dibintanginya. Misi utama Bing Slamet adalah membuat semua orang ketawa.
Grup lawak Kwartet Jaya: Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Bing Slamet, Kho Tjeng Lie (Ateng), dan Iskak Darmo Suwiryo (Iskak).
Foto
Historia
pengunjung
3.8k

BERSAMA Edy Sud dan Atmonadi, Bing membentuk grup trio SAE –singkatan dari nama mereka– pada 1967. Kelompok ini tak bertahan lama. Namun Bing masih bisa menahan Edy Sud untuk tetap bersamanya dan membentuk Kwartet KITA yang kemudian berubah nama jadi Kwartet Jaya dengan masuknya Iskak dan Ateng pada 11 Juni 1968.

Selain kekompakan, Kwartet Jaya mengoptimalkan kemampuan personelnya. Bing mahir menirukan logat bahasa dan gaya perempuan serta punya kemampuan menyanyi, main musik, dan bahasa Inggris. Iskak dengan gaya ketololan atau hidung peseknya. Ateng dengan bentuk tubuh dan gaya soknya. Eddy Sud lebih berperan sebagai dalang, yang mengontrol jalannya lawakan. Eddy Sud pula yang mengatur keuangan dan segala keperluan Kwartet Jaya.

Berbeda dari Los Gilos, Kwartet Jaya tak menyediakan skrip yang ketat. Kalau pun ada, hanya berupa garis besar dan setiap pelawak bisa melakukan improvisasi. Bagi Ateng, gaya Los Gilos seolah menjadikan pelawak seperti pemain orkestra.

Wartawan Ed Zoelverdi dari Tempo pernah menanyakan kepada Bing kenapa tak meniru Bob Hope. Bing menjawab, dia tahu ada tujuh orang di belakang Hope yang menulis lelucon-leluconnya. Untuk itu Kwartet Jaya pernah mengumumkan ke publik soal menerima naskah lawakan; jika cocok, mereka akan pakai dan memberikan honor. “Tapi sebegitu jauh tak ada yang datang,” ujar Bing, dikutip Tempo, 23 Desember 1972.

Kenapa tak menunjuk seseorang? “Siapa orangnya?” Karena tak bisa seperti Hope, Kwartet Jaya pun bersandar pada ide-ide yang muncul di kepala personelnya dan improvisasi di atas panggung. “Timbulnya lawak itu baru waktu kita mau main, dan bisa ketemu ide. Sampai-sampai kita tidak tahu apa yang tadi kita keluarkan. Jadi kita kadang-kadang suka bingung sendiri; apa yang kita omongkan tadi, kok orang-orang pada ketawa,” ujar Bing.

Bing sendiri selalu bilang, sampai hayatnya, dia takkan pernah tahu rahasia lawak. “Sekadar melawak atau melucu, semua orang bisa. Tapi tak semua orang berhasil menggiring perasaan penonton sehingga menimbulkan rasa geli, lucu, dan gembira,” demikian Sinar Harapan, 7 Agustus 1971.

“Pokoknya bagaimana membuat penonton bisa tertawa,” ujar Bing kepada Sinar Harapan, 1 September 1973. “Mungkin karena kami sudah biasa dan sudah dianggap lucu.”

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 33 Tahun 3
Kejahatan Perang Belanda
Kisah ini kami hadirkan bukan untuk mengaburkan batas sikap tentang apa makna menjajah dan dijajah. Kami ingin membahas apa yang..
 
Grup lawak Kwartet Jaya: Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Bing Slamet, Kho Tjeng Lie (Ateng), dan Iskak Darmo Suwiryo (Iskak).
Foto
Grup lawak Kwartet Jaya: Eddy Sudihardjo (Eddy Sud), Bing Slamet, Kho Tjeng Lie (Ateng), dan Iskak Darmo Suwiryo (Iskak).
Foto