Pilih Bahasa: Indonesia

Melawak Tanpa Babak

Jalan hidup Bing Slamet ditakdirkan untuk membuat orang tertawa. Bermimpi menulis buku tentang teknik melawak.
Bing Slamet berakting dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto
Historia
pengunjung
3.6k

KARENA kian terkenal, Kwartet Jaya dikontrak menjadi penghibur Golongan Karya dalam kampanye pemilihan umum pertama di masa Orde Baru tahun 1971. Mereka juga tampil dalam iklan televisi Tiga Berlian, distribusi tunggal Mitsubishi di Indonesia, dan membintangi beberapa film.

Hampir semua filmnya menyedot animo penonton. Bahkan penonton Bing Slamet Koboi Cengeng, disutradarai Nya’ Abbas Akub, melampaui Ratapan Anak Tiri, yang dalam Festival Film Indonesia 1974 mendapat piala khusus buat film paling laku.

Bagaimana Bing berakting? “Bing Slamet, ketika di film, bermain benar. Bukan melucu, bukan ngelawak, tapi dia bermain. Saya bisa lihat dari matanya. Bagaimana matanya berbicara. Matanya bisa mengesankan sedih, marah, menjadi orang bodoh. Itu mataya gila Bing Slamet. Bener-bener kita liat aktingnya loh,” ujar Indro, yang mengidolakan Bing. “Buat saya akting komedi itu, saya ngeliat ke Bing Slamet.”

Koboi Cengeng adalah film terakhir Bing. Ketika film terakhir itu rilis, Bing dalam keadaan sakit. Pada 17 Desember 1974, Bing Slamet menghembuskan napas terakhir.

Sepeninggalnya, Kwartet Jaya mencoba bertahan. Selama setahun mereka masih tampil di berbagai petunjukan. Lewat Kwartet Jaya Film Corp, mereka juga merilis film Tiga Sekawan pada 1975.

Namun, tanpa Bing, kekompakan Kwartet Jaya goyah. Ateng dan Iskak keluar lalu bikinAteng & Iskak Group yang disebut resmi berdiri pada hari meninggalnya Bing Slamet. Ateng-Iskak terus eksis, bahkantampil dalam sejumlah film. Sup Yusup sempat masuk tapi tak lama. Tempatnya digantikan Suroso, eks Palapa Groups. Trio inilah yang tampil dalam acara Ria Jenaka di TVRI.

Sementara Edy Sud membuat Kwartet Jaya Baru dengan mengajak Mang Udel dan Kris Biantoro. Kwartet Jaya Baru juga tak bertahan lama. Edy Sud sendiri kemudian sibuk sebagai koordinator artis safari dan produser acara Aneka Ria Safari di TVRI.

Salah satu obsesi Bing Slamet yang belum terwujud adalah menerbitkan sebuah buku tentang dunia pelawak Indonesia. Sebab, “Sampai saat ini akademi-akademi teater belum ada pelajaran ini. Sedapat mungkin generasi mendatang mengetahui dengan pasti bagaimana identitas, bentuk, dan teknik melawak,” ujar Bing kepada Sinar Harapan, 7 Agustus 1971.

Presiden pelawak Indonesia sudah lama pergi. Dan hingga kini, jabatan itu masih lowong.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Bing Slamet berakting dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto
Bing Slamet berakting dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto