top of page

Kisah Gatot, Orang Indonesia yang Terpaksa Hidup 50 Tahun di Korea Utara

Separuh abad tinggal di Korea Utara, orang Indonesia ini jadi saksi pasang-surut hubungan kedua negara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gatot Wilotikto menyambut kunjungan Presiden Sukarno di Korea Utara. (Dok. Gatot Wilotikto/BBC Indonesia).

20 Sep 2015
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

GATOT Wilotikto tak pernah menyangka kepergianya ke Korea Utara (Korut) pada pengujung 1960 bakal lain dari yang dia bayangkan. Meski kemudian berbuah pahit, dia tak pernah menyesalinya. Banyak hikmah dan kenangan manis yang membanggakannya.


Mulanya, pria kelahiran 18 November 1936 itu kuliah di Jurusan Biologi Universitas Padjajaran, Bandung. Gatot dan seorang temannya terpilih untuk kuliah di Pyongyang atas undangan Liga Pemuda Korea. Dengan sponsor Badan Kesejahteraan Mahasiswa Indonesia, keduanya bertolak pada 11 November 1960.


Perjalanan ke Korut tak mudah. Minimnya hubungan diplomatik negeri itu dengan negara lain membuatnya tak punya akses penerbangan langsung dengan banyak negara. Korut dan Indonesia juga belum membuka hubungan diplomatik, dan hanya membuka kantor perwakilan dagang di Jalan Cimandiri Jakarta. Waktu berangkat, dia hanya berbekal paspor Tiongkok.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
transparant.png
bottom of page