top of page

Jejak Orang Prancis di Kesultanan Banten

Jean Baptiste de Guilhen melarikan diri dari hukuman mati di negerinya. Merantau sampai ke Banten.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peta Banten (1724) karya Francois Valentijn. (Wikimedia Commons).

  • 13 Apr 2015
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

AKUNTAN sekaligus ahli tekstil Prancis, Jean Baptiste de Guilhen, masih menyelesaikan pembukuan perusahaannya. Suara langkah terdengar memasuki rumahnya pada malam di tahun 1668. Dia mengambil senjata dan menembak dua orang yang dia anggap rampok itu. Seorang tewas, seorang lagi berhasil diselamatkan. Ternyata, kedua orang itu anak buahnya yang tinggal serumah di Beaucaire, Prancis. Guilhen tak pernah menduga peristiwa itu bakal mengubah jalan hidupnya.


Lahir di Tarascon, Foix, Prancis pada 8 September 1634, Guilhen merupakan anak keluarga borjuis kaya yang menganut Katolik taat. Sejak kecil dia dititipkan ke neneknya, seorang Katolik puritan, agar mendapat pendidikan yang baik. Selain itu, dia mendapat pendidikan ilmu umum dari guru privat. Minat belajar besar dan dia berbakat. Setahun setelah neneknya meninggal, dia berangkat ke Lyon.


Menurut Claude Guillot dalam Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, pada 1649, ayahnya memutuskan untuk menghentikan pendidikannya dan mengirimnya ke Lyon untuk bekerja di sebuah perusahaan perdagangan tekstil ternama. Ayahnya menyuruh dia bekerja di perusahaan tekstil ternama. Dia memulai kariernya dari penjaga gudang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
bg-gray.jpg
Dari mimpi didatangi roh raja Klungklung hingga “janjian” dengan Bung Hatta enggan dimakamkan di TMP Kalibata. The untold story Ahmad Subardjo.
Pengajaran sejarah yang baik dapat membangkitkan daya kritis, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
Pengajaran sejarah yang baik dapat membangkitkan daya kritis, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
Nasionalisme tak bisa lagi hanya bekerja sebagai slogan. Pandemi menuntut bangsa Indonesia memaknai ulang nasionalisme agar tetap relevan dengan zaman.
Nasionalisme tak bisa lagi hanya bekerja sebagai slogan. Pandemi menuntut bangsa Indonesia memaknai ulang nasionalisme agar tetap relevan dengan zaman.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Masa pandemi tak membuat upaya repatriasi berhenti. Keris keramat milik Pangeran Diponegoro itu akhirnya kembali di periode yang sulit.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Bra khusus dibuat untuk keamanan buruh perempuan yang melakukan "pekerjaan laki-laki" di pabrik-pabrik .
Bra khusus dibuat untuk keamanan buruh perempuan yang melakukan "pekerjaan laki-laki" di pabrik-pabrik .
Penyintas tragedi 1965 masih dianggap warga negara kelas dua. Bukti nyata diskriminasi masih dipelihara.
Penyintas tragedi 1965 masih dianggap warga negara kelas dua. Bukti nyata diskriminasi masih dipelihara.
transparant.png
bottom of page