- 13 Apr 2015
- 2 menit membaca
Diperbarui: 28 Mei
AKUNTAN sekaligus ahli tekstil Prancis, Jean Baptiste de Guilhen, masih menyelesaikan pembukuan perusahaannya. Suara langkah terdengar memasuki rumahnya pada malam di tahun 1668. Dia mengambil senjata dan menembak dua orang yang dia anggap rampok itu. Seorang tewas, seorang lagi berhasil diselamatkan. Ternyata, kedua orang itu anak buahnya yang tinggal serumah di Beaucaire, Prancis. Guilhen tak pernah menduga peristiwa itu bakal mengubah jalan hidupnya.
Lahir di Tarascon, Foix, Prancis pada 8 September 1634, Guilhen merupakan anak keluarga borjuis kaya yang menganut Katolik taat. Sejak kecil dia dititipkan ke neneknya, seorang Katolik puritan, agar mendapat pendidikan yang baik. Selain itu, dia mendapat pendidikan ilmu umum dari guru privat. Minat belajar besar dan dia berbakat. Setahun setelah neneknya meninggal, dia berangkat ke Lyon.
Menurut Claude Guillot dalam Banten: Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII, pada 1649, ayahnya memutuskan untuk menghentikan pendidikannya dan mengirimnya ke Lyon untuk bekerja di sebuah perusahaan perdagangan tekstil ternama. Ayahnya menyuruh dia bekerja di perusahaan tekstil ternama. Dia memulai kariernya dari penjaga gudang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















