Pilih Bahasa: Indonesia

Bing Slamet Adu Lucu Lawan Joey Adams

Semua orang menggandrungi Bing Slamet. Mulai jelata, pelawak Amerika sampai Presiden Indonesia bisa terpingkal dibuatnya.
Bing Slamet (kanan) bermain dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto
Historia
pengunjung
3.5k

JOEY Adams, komedian Amerika, terpana begitu melihat papan reklame dan iklan-iklan suratkabar bertuliskan “Joey Adams, pelawak top Amerika, versus Bing Slamet, pelawak top Indonesia” setibanya di Jakarta. Dia pun bertanya-tanya.

“Bing Slamet,” kata Howard Palfrey Jones, Duta Besar AS untuk Indonesia, “menyebut dirinya sebagai Joey Adams dari Indonesia.”

“Bahkan meski belum melihatnya, Joey kini jadi penggemarnya seumur hidup,” celetuk Cindy, istri Adams.

“Dia harus menjadi seorang kawan yang lucu,” ujar Adams. “Mulai sekarang aku akan menyebut diriku sebagai Slamet Bing dari Amerika.”

Kala itu, dimulai pada Agustus 1961, Adams memimpin rombongan Program Pertukaran Budaya Presiden Kennedy yang mengunjungi beberapa negara, termasuk Indonesia. Pengalaman Adams di Indonesia terekam dalam karyanya, On The Road for Uncle Sam.

Bing dan Adams tampil di stadion bulutangkis yang berada di Gelora Bung Karno, yang penuh sesak. Setelah dibuka dengan beberapa lagu, di mana Bing juga menyanyi, mereka adu lucu, Bing berbahas Inggris dan Adams berbahasa Indonesia. Penonton pun bersorak. Tertawa.

Adams sendiri punya kesan mendalam, terutama terhadap Bing yang memberinya kemeja batik. “Pujian terbaik berasal dari sobatku, Bing Slamet,” ujarnya.

Tak hanya Adams. Danny Kaye, pelawak Amerika lainnya, pernah dibuat tertawa oleh polah Bing. Sebagai duta Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef), Kaye beberapa kali menyambangi Indonesia. Pada November 1971, misalnya, bersama Bing Slamet, Ateng, Iskak, dan Mang Udel, Kaye berjoget dengan remaja-remaja Bulungan, Jakarta. Mereka juga melawak di Taman Ismail Marzuki. Semuanya, tak kecuali Kaye, ikut tertawa. Tawa tak mengenal batas bahasa.

Kelucuan Bing juga bikin bintang film Gina Lolobrigida tergelak. Itu terjadi ketika Bing bersama rombongan seniman ikut lawatan presiden ke Italia tahun 1965. Bing juga menyanyi dan melawak di Kairo, Lebanon, Iran, New York (Amerika Serikat), Hungaria, Prancis, dan Belanda.

Di dalam negeri, tak usah dibilang. Dunia lawak memang dilakoni belakangan setelah menyanyi, tapi justru di dunia lawaklah namanya lebih dikenang. Sampai-sampai Arwah Setiawan, bekas ketua Lembaga Humor Indonesia, menyebut Bing Slamet sebagai “presiden pelawak Indonesia”.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Bing Slamet (kanan) bermain dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto
Bing Slamet (kanan) bermain dalam film "Koboi Cengeng" (1974).
Foto