Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Anton Lucas dan Cerita Kutilnya

Dia memilih menekuni sejarah Indonesia ketimbang meneruskan studi pertaniannya. Berjasa menyatukan serpihan fragmen revolusi sosial di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
 
Seniman Dadang Christanto dan sejarawan Anton Lucas. Dadang pernah jadi "korban" kisah Kutil pada masa kanak-kanaknya.
Foto
Historia
pengunjung
3.3k

DI antara kerumuman peserta Indonesia Council Open Conference 2017 pekan lalu (3-4 Juli) di Universitas Flinders di Adelaide, Australia, seorang pria berdiri menjulang karena tingginya lebih dari yang lain. Dia berjaket kulit hitam dengan kerah warna coklat, sesekali tampak bicara kepada peserta lain dalam bahasa Indonesia yang jernih dan tertata.

Orang-orang menyapanya takzim, “Pak Anton”, lengkapnya: Anton Lucas, Indonesianis yang dikenal karena melakukan penelitian tentang revolusi sosial di wilayah pantai utara Jawa. Hasil penelitian setebal lima ratus halaman itu kemudian diajukan sebagai disertasi doktor di Australian National University dengan judul The Bamboo Spear Pierces the Payung: The Revolution Againts the Bureaucratic Elite in North Central Java in 1945.

Buat para peneliti sejarah dan ilmu-ilmu sosial pada umumnya, nama Anton Lucas tak lagi asing. Karyanya, yang telah diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia berjudul Peristiwa Tiga Daerah: Revolusi dalam Revolusi itu, menjadi rujukan bagi mereka yang ingin memahami dinamika politik lokal pada era revolusi.

Kariernya sebagai sejarawan justru tak dimulai dari pendidikan profesional kesejarahan. “Pendidikan sarjana saya ekonomi pertanian,” kata Anton. Tapi dia tak kerasan menekuni ilmu yang sama untuk jenjang masternya. Ketika dikirim kuliah ke East West Center di Hawai, alih-alih meneruskan master dalam bidang ekonomi pertanian, Anton mencari kesempatan untuk menekuni kajian Asia dengan fokus Indonesia.

“Sebelumnya penasihat akademik saya ragu, tapi akhirnya setuju dengan keputusan saya pindah jurusan,” kata Anton mengenai kejadian di pengujung tahun 1969 itu. Berhasil menjadi mahasiswa pascasarjana kajian Asia, Anton menuju Indonesia untuk belajar bahasa di Yogyakarta.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Seniman Dadang Christanto dan sejarawan Anton Lucas. Dadang pernah jadi "korban" kisah Kutil pada masa kanak-kanaknya.
Foto
Seniman Dadang Christanto dan sejarawan Anton Lucas. Dadang pernah jadi "korban" kisah Kutil pada masa kanak-kanaknya.
Foto