Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Paman Choo, Pelatih Asing Pertama Timnas Sepakbola Indonesia

Pelatih asing pertama timnas sepakbola Indonesia setelah kemerdekaan adalah seorang Tionghoa asal Singapura.
 
Para pelatih atletik dan sepakbola ke Asian Games I di India. Kiri-kanan: Tampenawas, Mochtar Saleh, J.L. Manusama, Choo Seng Quee, Kresnoparmo dan De Baan.
Foto
Historia
pengunjung
2.1k

Tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia kerap ditangani oleh pelatih asing. Pelatih asing pertama timnas setelah Indonesia merdeka adalah Choo Seng Quee dari Singapura. Paman Choo, begitu dia disapa, meramu sejumlah talenta Indonesia untuk pentas di Asian Games pertama tahun 1951 di New Delhi, India.

Paman Choo lahir pada 1 Desember 1914 dan bermain sebagai gelandang tengah Singapore Chinese FA. Namanya melejit sejak melatih timnas Singapura periode 1949-1950. Setahun kemudian, dia dipinang PSSI untuk menukangi Maulwi Saelan cs. hingga tahun 1953.

Asian Games I mempertandingkan tujuh cabang olahraga: atletik, renang loncat indah dan polo air, kesenian (arts), sepakbola, angkat besi, basket, dan balap sepeda. Komite Olahraga Indonesia memutuskan hanya mengikuti dua cabang olahraga yaitu atletik (17 atlet) dan sepakbola (18 atlet).

Ke-18 pemain timnas antara lain Maulwi Saelan (kiper), Bing Mo Heng (kiper), Sunar (full-back), Sardjiman (full-back), Ateng (gelandang), Tan Liong Houw, Sidhi (poros halang) Pasanea (poros halang), Chaerudin (full-back/gelandang), Jahja (gelandang), Sugino (kiri luar), Thee San Liong (kiri/kanan dalam), Ramlan (muka tengah), Bee Ing Hien (kanan dalam), Witarsa (kanan luar), Soleh (kiri/kanan luar), Ramli (muka tengah/kanan dalam), dan Darmadi (muka tengah/kiri dalam).

Petinggi PSSI, Raden Maladi, merasa jika Indonesia ingin berbicara banyak di Asian Games I, timnas harus punya arsitek jempolan. Paman Choo dari Negeri Singa dianggap cocok menukangi timnas. Pimpinan timnas dipercayakan kepada Tony Wen dan dr. Halim sebagai wakil PSSI untuk menghadiri pertemuan internasional.

Cabang sepakbola di Asian Games I diikuti enam negara: Afghanistan, Burma, India, Indonesia, Iran dan Jepang. Sayangnya, timnas belum bisa unjuk gigi. Di babak penyisihan, timnas dihajar 3-0 oleh tuan rumah India yang tampil nyeker alias tanpa sepatu pada 5 Maret 1951.

Mengutip data RSSSF (Rec.Sport.Soccer Statistics Foundation), gawang Maulwi Saelan dijebol Sahu Mewalal di menit ke-27. Dua gol lainnya yang bersarang ke gawang timnas lahir dari gol bunuh diri bek Chaeruddin Siregar di menit ke-42 dan 50. India mengamankan medali emas setelah membekap Iran 1-0.

Menurut buku Olahraga Indonesia dalam Perspektif Sejarah, kekalahan dari India agak terhibur karena beberapa hari kemudian, pada 9 Maret 1951, timnas mengalahkan timnas Burma (Myanmar) 4-1 dalam pertandingan persahabatan yang diadakan di New Delhi.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 36 Tahun III
Masa Lalu Partai NU
Salah satu organisasi muslim terbesar di negeri ini yang menjadi rebutan untuk mendulang suara pemilih muslim adalah Nahdlatul Ulama (NU)...
 
Para pelatih atletik dan sepakbola ke Asian Games I di India. Kiri-kanan: Tampenawas, Mochtar Saleh, J.L. Manusama, Choo Seng Quee, Kresnoparmo dan De Baan.
Foto
Para pelatih atletik dan sepakbola ke Asian Games I di India. Kiri-kanan: Tampenawas, Mochtar Saleh, J.L. Manusama, Choo Seng Quee, Kresnoparmo dan De Baan.
Foto