top of page

Berguru Tenis Meja hingga ke Korea Utara

Prestasi Rossy dalam tenis meja tidak instan. Digembleng sampai Korea Utara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rossy Pratiwi Dipoyanti Syechabubakar. Foto: Aryono/Historia Inset: Rossy bersama pelatihnya dari Korea Utara, Kang Nung-ha Foto: Dok. Rossy.

10 Apr 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 15 Apr

BAK monster atau penyakit, Korea Utara (Korut) ditakuti, dibenci, dan dijauhi banyak negara hingga kini. Pemimpin negeri bersenjata nuklir itu, Kim Jong-un, bahkan kerap dijadikan bahan olok-olok di dunia maya.


Namun, kesan miring Korut tak berlaku bagi mantan srikandi tenis meja Rossy Syechabubakar. Dia menyimpan banyak kesan positif terhadap negeri berpenduduk 25 juta itu. Mulai dari suasana ibukota Pyongyang hingga masa ketika dia mengikuti latihan pelatnas di sana. Rossy menjadi bagian dari tim tenis meja putri Indonesia SEA Games 1987 sampai 1995. Dalam persiapan untuk dua event itu, tim Indonesia berlatih ke Korea Utara.


“Memang waktu itu (1980 sampai 1990-an) yang mendunia tenis mejanya adalah Cina. Tapi pengurus (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia/PTMSI) waktu itu, entah bagaimana, memanggil pelatih dari Korea Utara. Dia sebelumnya juga pencetak atlet-atlet juara dari Korea Utara,” kata Rossy kepada Historia. “Ya enak-enak enggak juga sih. Di sana itu gudangnya para pakar taktik dalam tenis meja.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Sepakbola di Vietnam diperkenalkan oleh militer Prancis. Pembinaan pemainnya menggandeng Arsenal FC dan sekolah sepakbola Prancis.
Sepakbola di Vietnam diperkenalkan oleh militer Prancis. Pembinaan pemainnya menggandeng Arsenal FC dan sekolah sepakbola Prancis.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
transparant.png
bottom of page