Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Neraka Hitler

Hitler tak mau belajar dari sejarah. Di Stalingrad, pasukannya mengulangi kekalahan Napoleon Bonaparte saat menginvasi Rusia lebih seabad sebelumnya.
Marsekal Konstantin Rokossovsky, panglima Front Don.
Historia
pengunjung
40.4k

Suatu tempat di barat Rusia, 129 tahun pasca-invasi Napoleon Bonaparte ke negeri itu. Suasana tak begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Serdadu Tentara Merah di pos perbatasan tetap berjaga seperti biasa hingga sesuatu yang ganjil terjadi sekitar pukul 03.30 tanggal 22 Juni 1941.

“Beberapa saat sebelum subuh 22 Juni 1941, serdadu patroli dan pos jaga terluar front barat Uni Soviet mencatat ada sesuatu yang janggal terjadi di langit. Bintang-bintang aneh terlihat di kejauhan, melintasi wilayah-wilayah Polandia yang telah direbut Nazi, menerangi garis langit sebelah barat,” tulis Sergei Smirnov dalam Heroes of Brest Fortress.

Para serdadu jaga Rusia itu tak menyangka bahwa “bintang aneh” yang mereka lihat adalah cahaya dari pesawat-pesawat Jerman.

Meski banyak mendapat penentangan, termasuk dari Jenderal Gerd von Rundstedt, Jerman melancarkan “Operasi Barbarossa”. “Dunia akan menahan nafas,” kata Hitler.

Menteri Luar Negeri Jerman Joachim von Ribbentrop pun seakan tak percaya Barbarossa benar-benar dilaksanakan. “Fuhrer benar-benar menyerang Rusia?” Ribbentrop terus meyakinkan dirinya, sebagaimana ditulis Antony Beevor dalam Stalingrad. September dua tahun sebelumnya ia menandatangani pakta tak saling serang bersama Menteri Luar Negeri Molotov, tapi Hitler tak mengindahkannya. Pasukan Jerman bergerak cepat ke tiga jurusan di timur.

Dalam waktu singkat, blitzkrieg Jerman membuahkan banyak hasil. Pada hari ke-17 serangan, di palagan tengah saja sekitar 300 ribu Tentara Merah ditawan. 2.500-an tank, lebih 1.000 senjata artileri, dan 250-an pesawat Rusia direbut atau dirusak.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Marsekal Konstantin Rokossovsky, panglima Front Don.
Marsekal Konstantin Rokossovsky, panglima Front Don.