Pilih Bahasa: Indonesia

Lapangan Golf dan Perseteruan Korea

Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain coba diredakan dengan sebuah lapangan golf mewah.
Historia
Historia
pengunjung
4k

KETIKA dibuka dua tahun lalu, lapangan golf megah yang dibangun di atas Gunung Kumgang, zona demiliterisasi yang membatasi Korea Selatan dan Korea Utara, diharapkan bisa meredakan ketegangan di antara kedua negara.

Pembangunan fasilitas rekreasi di gunung Kumgang dimulai pada 1998 oleh perusahaan Hyundai Asan. Banyak pihak menganggapnya sebagai “titik terang diplomasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.“ Hyundai kemudian memberikan hak kepada Emerson Pacific untuk membangun lapangan golf dan kompleks spa.

Namun lapangan golf itu ternyata tak bisa memenuhi tujuan pendiriannya. Perseteruan terus meruncing antara Korea Selatan dan Korea Utara. Lapangan golf itu pun nyaris tak dikunjungi.

22 November lalu, pihak Korea Utara menembaki Pulau Yeonpyeoung, yang merupakan perbatasan dengan Korea Selatan. Dalam insiden itu, dua marinir Korsel dan dua penduduk sipil tewas. Sebagaimana dilaporkan CNN pada 24 November, para pejabat di Pyongyang mengeluarkan pernyataan kemungkinan pecah perang antara kedua negara.

Sebelumnya, Maret 2010, Korea Utara menembakkan torpedo ke kapal perang Cheonan milik Korea Selatan. Kapal itu sedang berlayar di wilayah Laut Kuning di sekitar Pulau Baengnyeong, yang merupakan wilayah Korea Selatan. Kapal itu tenggelam dan 46 awaknya tewas.

Menurut CNN, pemicu sesungguhnya dari ketegangan yang memuncak belakangan ini adalah kematian Park Wang-ja, seorang turis Korea Selatan berusia 53 tahun. Saat mengunjungi Gunung Kumgang pada 11 Juli 2008, dia ditembak mati oleh seorang prajurit jaga Korea Utara. Park adalah satu dari 200.000 warga Korea Selatan yang kerap mengunjungi Gunung Kumgang, yang memang dibangun sebagai fasilitas rekreasi.

Pemerintah kedua negara masih memperdebatkan kronologi terbunuhnya Park. Namun menurut kantor berita Yonhap di Seoul, prajurit jaga Korut melepaskan tembakan setelah Park masuk ke area militer di dekat sebuah pantai di Kumgang. Permintaan pihak berwenang Korea Selatan untuk mengadakan penyelidikan ditolak Korea Utara. Korea Selatan kemudian menangguhkan izin bagi penduduknya untuk bepergian ke Kumgang.

“Kami belum mendapatkan fakta yang jelas menyangkut kasus ini,” ujar Lee Jong-joo, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan kepada CNN. “Sesungguhnya yang terpenting, pihak berwenang Korea Utara dapat menjamin keselamatan turis Korea Selatan.”

Tindakan Korea Selatan menunda kunjungan warganya ke Kumgang berujung penarikan aset real estat Korea Utara di sana, juga pemecatan para karyawan asal Korea Selatan. “Ini adalah satu bentuk pelanggaran hukum internasional,” ujar Jong-joo.

Saat ini lapangan golf dan area rekreasi di sekitarnya ditutup untuk umum. Ketegangan sempat mencair awal bulan ini, ketika sekitar 1.000 keluarga yang terpisah saat terjadi Perang Korea 60 tahun lalu dipertemukan di Gunung Kumgang. Tapi ini tak berarti konflik kedua negara akan segera berakhir.

Konflik antara kedua negara punya sejarah panjang. Saat Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Korea terpecah menjadi dua. Selatan yang kapitalis mendukung Amerika dan sekutunya, sementara Utara yang komunis bersekutu dengan Uni Soviet.

Ketegangan Perang Dingin memuncak di kedua negara dan menyebabkan perang pecah pada 1950, meluluhlantakkan Semenanjung Korea dan menelan korban hingga dua juta jiwa. Perang diakhiri dengan sebuah gencatan senjata, alih-alih sebuah traktat. Secara teknis kedua negara masih dalam keadaan berperang.

Sejak gencatan senjata, banyak insiden yang memicu perseteruan. Selain pertempuran kecil yang kerap terjadi di perbatasan, pada 1968 Korea Utara pernah membuat plot untuk membunuh Presiden Korea Selatan, sebuah usaha yang berhasil digagalkan. Pada 1983, bom menewaskan 17 pejabat tinggi Korea Selatan dalam sebuah kunjungan resmi ke Myanmar. Pyongyang disebut-sebut berada di balik pemboman itu. Pada 1987, Korea Utara dituduh membom sebuah pesawat komersial Korea Selatan. [CNN]

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Historia
Historia