Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Jejak Relawan Peace Corps di Indonesia

Amerika Serikat mengirimkan anak-anak mudanya ke Indonesia sebagai relawan. PKI mencurigainya sebagai tunggangan CIA.
 
Senator John F. Kennedy, penggagas Peace Corps.
Historia
pengunjung
3.4k

Namanya Melanie Aleman. Usianya 26 tahun. Dia gadis asal New Orleans, Amerika Serikat (AS). Di Bondowoso, Jawa Timur, dia menghabiskan waktunya dengan mengajar bahasa Inggris di sebuah madrasah. Di waktu senggang, dia mengajar yoga atau melakukan kegiatan lain untuk meningkatkan ketrampilan anak-anak didiknya.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman berharga di Indonesia. Orang-orangnya hangat dan menyambut kehadiran saya,” ujar Melanie kepada Historia. “Menjadi relawan Peace Corps merupakan pengalaman yang menantang karena saya ditempatkan di satu komunitas di mana saya tidak mengenal siapapun, tidak mengenal bahasanya, saya sendiri juga bukan seorang muslim. Tapi ini bukan masalah. Saya kerasan di sini.”

Melanie sudah bertugas selama dua tahun sebagai relawan Peace Corps Indonesia, sebuah lembaga independen AS untuk negara-negara dunia ketiga dalam bidang pengembangan masyarakat. Dan dia tidak sendirian. Ada puluhan pemuda-pemudi AS lainnya yang ikut bergabung.

Peace Corps Indonesia kembali hadir setelah sekira empat dekade lalu dihentikan karena situasi politik di Indonesia yang memburuk.

Pembentukan Peace Corps

Tertohok program asistensi Uni Soviet di sejumlah negara miskin dan berkembang di seluruh dunia, Senator John F Kennedy berambisi membuat program serupa untuk negerinya. Dalam pidatonya di University of Michigan, 14 Oktober 1960, Kennedy menantang para mahasiswa untuk menyumbangkan tenaga demi membantu jutaan orang miskin di seluruh dunia.

“Berapa banyak dari kalian, yang akan menjadi dokter, punya keinginan menghabiskan waktu di Ghana? Teknisi atau insinyur, berapa banyak dari kalian yang ingin bekerja melayani di luar negeri dan menghabiskan hidupmu berkeliling dunia?” ujarnya, sebagaimana dimuat situs John F. Kennedy Presidential Library and Museum, jfklibrary.org.

Para mahasiswa mendukung ide Kennedy. Dalam waktu singkat sekira 25 ribu surat dukungan datang dari berbagai penjuru AS.

Peace Corps merupakan salah satu program prioritas Kennedy dalam kampanye presiden. Ketika terpilih sebagai presiden, Kennedy menyurati Kongres agar mendukung gagasannya. Banyak anggota Kongres meragukan efektivitas program tersebut. Besarnya dana juga menjadi pertanyaan mereka.

Pada 1 Maret 1961, Kennedy menandatangani Executive Order 10924 tentang pembentukan Peace Corps sebagai program percobaan. Kennedy menunjuk Robert Sargent Shriver mengepalai Peace Corps.

Rombongan pertama relawan Peace Corps diberangkatkan pada Agustus 1961 ke Ghana, Chili, Filipina, Kolombia, St. Lucia, dan Tanzania. Sebulan kemudian, Kongres akhirnya mengesahkan Peace Corps sebagai program resmi pemerintah AS. Animo pemuda-pemudi AS pun meningkat. Pada akhir 1963, jumlah relawan mencapai 7.000 orang dan bertugas di 44 negara, termasuk Indonesia.

“Bagi Kennedy, pendekatan Peace Corps pada akhirnya menawarkan aras moral tertentu terhadap kebijakan Amerika dan, pada akhir 1962, dia ingin Indonesia memiliki kontingen relawan terbesar di Asia Tenggara,” tulis Timothy P Maga, dosen Sejarah bagian Asia di University of Maryland, dalam artikel “The New Frontier vs. Guided Democracy: JFK, Sukarno, and Indonesia, 1961-1963”, dimuat Presidential Studies Quarterly Vol 2 No 1 tahun 1990.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Senator John F. Kennedy, penggagas Peace Corps.
Senator John F. Kennedy, penggagas Peace Corps.