top of page

Yati Aruji Kartini Revolusi

R.A. Kartini menjadi inspirasi perjuangan Yati Aruji. Ia menanamkan semangat juang Kartini kepada para wanita anggota Laswi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yati Aruji membawa obor perjuangan prajurit wanita angkatan '45 dalam acara reuni nasional wanita pejuang di Sasono Langen Budoyo, Jakarta tahun 1976. (Dok. Wirawati Catur Panca).

25 Feb 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 20 Mar

YATI dilahirkan di Pekalongan pada 1918 dari keluarga pejuang. Lima saudaranya perempuan. Ayahnya, Kadhol, aktif menjadi anggota Sarekat Islam. Sementara Ibu Kadhol mendirikan dapur umum untuk karyawan kereta api dan kantor pegadaian yang tergabung dalam Sarekat Islam ketika mereka melakukan pemogokan menuntut penurunan pajak oleh penguasa Belanda.


Karena aktivitas mereka, dua reserse Belanda berjaga-jaga di depan rumah. Tapi Kadhol merasa kasihan kepada kedua penjaga itu dan membuatkan “rumah-rumahan” untuk mereka. Tak jarang ia mengajak kedua penjaga itu untuk ngambeng atau kenduri. “Ibu Aruji dan adik-adiknya masih ingat kedua reserse sering pula mendapat dan membawa pulang berkat dari selamatan itu,” tulis Annie Bertha Simamora dalam Satu Abad Kartini 1879–1979.


Seingat Saartje, postur tubuh Yati kecil. “Bicaranya suka campuran Belanda, padahal orang Jawa dari Pekalongan. Kalau Pak Aruji orang Garut,” kata Saartje. Meski bertubuh kecil, “Yati keras dan tegas, mungkin karena tidak punya anak, jadi disiplin sekali. Ia juga keras dalam soal agama, entah orang tuanya atau kakeknya, tokoh PSII,” Tuti menambahkan. “Kalau Pak Aruji bageur (baik hati) dan merakyat, Yati agak menjaga jarak.” PSII singkatan dari Partai Syarikat Islam Indonesia, di mana Yati dan suaminya aktif di sana.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Gus Dur telah memberikan teladan, tinggal kita yang meneruskan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
Meski tak punya prestasi di lapangan hijau, garda gawang legendaris Setan Merah ini satu-satunya kiper yang memiliki gelar pahlawan.
transparant.png
bottom of page