top of page

Tere Liye dan Asal-Usul Pengingkaran Sejarah Gerakan Kiri di Indonesia

Sejarah acapkali bukan soal hitam atau putih, kadang-kadang malah berkisar pada wilayah yang abu-abu. Apa boleh buat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota Sarekat Islam dalam sebuah rapat (vergadering). (KITLV).

2 Mar 2016
8 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

SEBETULNYA, kalau saja pernyataan yang menihilkan peran tokoh-tokoh kiri (plus liberal dan aktivis HAM) itu datang dari seorang pemuda tanggung yang baru membaca satu-dua buku, mungkin masih bisa dimaklumi dan tak perlu dianggap soal besar. Tapi masalahnya pernyataan itu terlontar dari seorang penulis yang sudah menghasilkan puluhan karya yang kata-katanya selalu diamini oleh para penggemarnya.


Kalau kita perhatikan, pernyataan Tere Liye yang bercampur sinisme itu sebetulnya hendak menggugat mereka, para aktivis kiri, liberal dan HAM yang hidup di masa kini, sebagai konsekuensi dari menguatnya polarisasi kelompok sekularisme versus religius pada hari-hari terakhir ini. Sehingga pernyataan ahistorisnya itu terlontar hanya semata karena ingin menyebarkan keraguan atas peran kelompok tersebut dari sejarah di Indonesia sekaligus mendelegitimasi peran mereka di hari-hari ini.


Kita semua tahu keriuhan yang terjadi hari-hari ini banyak melibatkan kelompok tadi, ambil contoh dalam isu LGBT, heboh monumen laskar Cina di TMII dan pelarangan festival Belok Kiri pada pekan lalu. Pernyataan Tere Liye itu menimbulkan tafsir bahwa dia sedang membagi manusia Indonesia ke dalam dua kelompok besar: yang beragama dan yang tak beragama. Yang beragama (“ulama dan tokoh agama lainnya”) punya banyak jasa namun di luar itu, “silahkan cari,” katanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Visi kelautan Indonesia bukan hanya mendatar, tetapi juga ke bawah: dasar samudera.
Visi kelautan Indonesia bukan hanya mendatar, tetapi juga ke bawah: dasar samudera.
Kendati gagal menuntaskan puasa medali emas, Thailand tetap jadi tim yang paling disegani di kawasan.
Kendati gagal menuntaskan puasa medali emas, Thailand tetap jadi tim yang paling disegani di kawasan.
Kekayaan Edward Colston diperoleh dari jual-beli budak. Fakta ini sejak lama memancing perdebatan layak-tidaknya kedermawanan seorang pedagang budak diabadikan dalam sebuah monumen kota.
Kekayaan Edward Colston diperoleh dari jual-beli budak. Fakta ini sejak lama memancing perdebatan layak-tidaknya kedermawanan seorang pedagang budak diabadikan dalam sebuah monumen kota.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Sempat menjadi pusat ilmu pengetahuan dan niaga, Basrah kini menjadi salah satu area di dunia yang rentan konflik.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
transparant.png
bottom of page