top of page

Sukarno Ditodong Senjata?

Pengakuan Soekardjo Wilardjito bahwa Sukarno menandatangani Supersemar di bawah todongan senjata dibantah dan disebut omong kosong.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno di ruang kerjanya di Istana Merdeka, Jakarta, 1950. (ANRI).

11 Mar 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Mar

PADA 22 Agustus 1998, Soekardjo Wilardjito mendatangi kantor harian Bernas Yogyakarta. Maksudnya menanyakan alamat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang ada di Yogyakarta. Dia hendak menuntut dan mengurus hak pensiun dan tunjangan veteran istrinya serta rehabilitasi nama baiknya karena dituduh anggota Partai Komunis Indonesia. 


Pihak Bernas menyarankan agar Soekardjo menyambangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Soekardjo mengikuti saran itu. Di LBH Yogyakarta, selain mengadukan nasibnya, Soekardjo mengaku sebagai bekas anggota pengawal Presiden Sukarno. Dia juga menceritakan peristiwa lahirnya Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page