Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 3

Serdadu India di Barisan Republik Indonesia

Demi persaudaraan Islam, perempuan, dan harapan kehidupan yang lebih baik, tentara India meninggalkan pasukannya.
 
Sukarelawan dari India, Filipina, Malaysia, dan Tionghoa, membentuk Internasional Volunteers Brigade pada 30 Agustus 1947 menyusul agresi militer Belanda pertama.
Foto
Historia
pengunjung
24.5k

Perempuan dan Hidup Lebih Baik

Menurut pihak Inggris, jumlah tentara India Muslim yang desersi karena tak ingin melawan sesama Muslim adalah minoritas, dan terutama terbatas pada mereka yang lebih politis. Namun, tulis sejarawan John R.W. Smail dalam Bandung Awal Revolusi 1945-1946, “Tidak semua melakukannya untuk alasan politik.”

Beberapa tentara Gurkha dan India lainnya bersedia menukarkan senjata demi mendapatkan ayam. Ada juga tentara Gurkha yang membelot karena mengidap penyakit kelamin. Namun, alasan pembelotan yang paling umum adalah karena perempuan.

Pada awal Maret 1946, tulis McMillan, tampaknya hampir seluruh tentara India di Medan melakukan desersi. Inggris kemudian melakukan penyelidikan, menginterogasi pembelot yang tertangkap, dan menemukan bahwa “kelompok yang terorganisasi dengan baik dan energik” menemui tentara India di warung kopi, pasar, dan jalan-jalan serta menjanjikan perempuan. Mereka mengatur pertemuan pada malam hari, lantas dengan mobil menuju desa-desa terpencil di daerah perbukitan sebelah barat Medan.

Laporan batalion 8/8 Punjab mengungkapkan, pada April 1946 tentaranya yang menjaga dermaga di Teluk Bayur, Padang, menangkap tiga pelacur yang mencoba menarik perhatian mereka agar keluar dari tempat penjagaan. Usaha pelacur itu gagal.

Selain perempuan, serdadu India mendapat iming-iming kehidupan yang lebih baik. Terlebih mereka yang desersi dengan membawa senjata dan amunisi. Mayoritas desertir adalah pemuda yang berharap memperoleh tanah di negeri ini. “Desertir Punjabi Muslim diperkirakan membelot dengan harapan bergerak naik di negeri ini dan menetap di tanah sendiri,” tulis laporan Divisi India Ke-26. “Negeri hijau subur ini membuat kesan yang kuat pada imajinasi tentara India.”

Menurut McMillan, banyak pembelot menerima apa yang dijanjikan, yaitu perempuan dan kelimpahan. Namun, mayoritas berakhir menyedihkan. Setelah satu bulan, mereka diabaikan dan harus menghidupi diri dengan bekerja atau berdagang. Banyak desertir menyesal tetapi takut kembali ke unit mereka. Menjelang Inggris hengkang dari Indonesia, banyak pembelot mencoba mendapatkan kembali senjata mereka sehingga bisa kembali ke unit tanpa menerima hukuman berat.

Salah satu yang menyedihkan adalah Nahar Singh, seorang Hindu Rajput dalam batalion 6/6 Rajputana Rifles. Sementara tiga rekannya menikah dengan perempuan lokal, dia terabaikan karena mengidap penyakit kelamin. Dia ditemukan Brigade Infantri India Ke-4 dalam keadaan tak berdaya.

Secara keseluruhan, 746 tentara India atau 1,7 persen dari total 45.000 tentara Inggris membelot. “Dengan kata lain, tingkat desersi di Jawa dan Sumatra kecil dan tidak mempengaruhi efektivitas operasional tentara pendudukan,” tulis McMillan.

 
Terpopuler di Historia 
Berita terkait
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Sukarelawan dari India, Filipina, Malaysia, dan Tionghoa, membentuk Internasional Volunteers Brigade pada 30 Agustus 1947 menyusul agresi militer Belanda pertama.
Foto
Sukarelawan dari India, Filipina, Malaysia, dan Tionghoa, membentuk Internasional Volunteers Brigade pada 30 Agustus 1947 menyusul agresi militer Belanda pertama.
Foto