Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Sepuluh Gempa Dahsyat di Indonesia Sepanjang Abad 20

Indonesia termasuk negara yang rawan gempa. Inilah sepuluh gempa dahsyat yang mengguncang Indonesia sepanjang abad 20.
 
Kerusakan akibat gempa bumi di Bengkulu, 4 Juni 2000.
Foto
Historia
pengunjung
1.3k

GEMPA berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, pada 23 Januari 2018. Pusatnya di 81 kilometer barat daya, kedalaman 10 kilometer, dan tidak berpotensi tsunami. Getarannya sampai ke Jakarta dan sekitarnya.

Indonesia termasuk negara yang rawan gempa karena terletak di tengah-tengah Cincin Api Pasfik, di antara tiga pertemuan Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Tak heran sering terjadi guncangan ketika ada aktivitas subduksi di antara tiga lempeng itu yang tepatnya berada di sekitar Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Indonesia Timur.

Untuk kurun waktu sepanjang abad 20 (1900-2000) setidaknya sepuluh kali gempa dahsyat berkekuatan di atas 7,8 SR di sekujur wilayah Indonesia.

Gempa Pulau-Pulau Batu Nias, 28 Desember 1935

Gempa tektonik pertama yang tercatat di Sumatera pada abad 20 terjadi di Pulau-Pulau Batu yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Guncangannya mencapai 7,7 SR dan memicu tsunami kecil.

Menurut National Geophysical Data Center (NGDC) gempa ini juga merusak jaringan telepon dan rumah-rumah sampai ke Kepulauan Tanahbala, Sigata, Sibolga dan Kota Padang. Korbannya hanya dua orang luka-luka karena tertimpa reruntuhan rumah.

Gempa Laut Banda, 1 Februari 1938

United States Geological Survey (USGS) atau Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat gempa berkekuatan 8,4 SR berada di kedalaman 35 kilometer di Laut Banda. Tsunami kecil menerjang Pulau Banda dan Pulau Kai. Getarannya terasa sampai Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Jakarta dan Darwin, Australia. Tak ada laporan korban meninggal atau luka-luka.

Gempa Cilacap, 23 Juli 1943

Gempa berkekuatan 8,1 SR melanda pesisir selatan Pulau Jawa dari Cilacap, Garut, Yogyakarta sampai Solo. Dalam Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Sukandarrumidi mencatat 213 korban tewas, 2.096 terluka, dan 2.800 bangunan roboh di berbagai wilayah tersebut.

Gempa Laut Seram, 24 Januari 1965

Gempa berkekuatan 8,2 SR yang terjadi sekira pukul 00.11 dini mengguncang Kepulauan Sanana, Maluku Utara. Gempa ini akibat subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik di Laut Seram. Data USGS menyebut 71 orang di kepulauan itu tewas akibat terjangan tsunami.

Gempa Bima, 19 Agustus 1977

Dari laporan NGDC, gempa berkekuatan 8,3 SR mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Sumbawa dan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Gempa yang disusul tsunami setinggi 5,8 meter ini menewaskan 185 orang dan 1.100 lainnya terluka.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Kerusakan akibat gempa bumi di Bengkulu, 4 Juni 2000.
Foto
Kerusakan akibat gempa bumi di Bengkulu, 4 Juni 2000.
Foto