top of page

Rumah Raja Tanpa Mahkota

Rumah HOS Tjokroaminoto ini pernah jadi pondokan para pendiri bangsa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah HOS Tjokroaminoto di Gang Peneleh VII No. 29-31 Surabaya.

  • 19 Jul 2011
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei 2025

RUMAH pemimpin Sarekat Islam di Gang Peneleh VII No. 29-31 itu tampak suwung. Daun pintu yang bercat krem berpadu hijau tertutup rapat siang itu. Andai saja tak ada plang informasi yang berdiri di depan rumah, mungkin orang tak bakal mengira kalau rumah sederhana itu pernah jadi tempat tinggal bagi aktivis politik zaman pergerakan dari berbagai kalangan dan ideologi. Mulai Sukarno yang nasionalis sampai Musso yang komunis dan Kartosoewirjo yang mengusung gagasan negara Islam pernah indekost di rumah itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Mengisahkan hidup Sukarno dari muda sampai Indonesia merdeka. Ada fakta sejarah yang salah.
Mengisahkan hidup Sukarno dari muda sampai Indonesia merdeka. Ada fakta sejarah yang salah.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Tak hanya mengerahkan satu regu POM ABRI, Manila merekrut seorang pemain untuk dijadikan“informan” khusus guna mengusir hantu suap.
Para pemimpin Bandung tidak dapat mengambil sikap saat menghadapi berita proklamasi. Keputusan akhirnya diambil oleh para pemuda.
Para pemimpin Bandung tidak dapat mengambil sikap saat menghadapi berita proklamasi. Keputusan akhirnya diambil oleh para pemuda.
Darmini dan Harsono hingga usia lanjut turut berpartisipasi dalam aksi dan solidaritas menentang penindasan oleh penguasa di Indonesia, Filipina, dan berbagai negara lainnya.
Darmini dan Harsono hingga usia lanjut turut berpartisipasi dalam aksi dan solidaritas menentang penindasan oleh penguasa di Indonesia, Filipina, dan berbagai negara lainnya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Saat suara kencang dibungkam, tulisan menjadi alat untuk menyuarakan perlawanan.
Saat suara kencang dibungkam, tulisan menjadi alat untuk menyuarakan perlawanan.
transparant.png
bottom of page