Pilih Bahasa: Indonesia

Rin Tin Tin, Anjing Kandidat Oscar

Nyaris mati karena perang, Rin Tin Tin menjadi bintang film yang melegenda.
Lee Duncan dan Rin Tin Tin.
Historia
pengunjung
6.4k

SUATU pagi, 15 September 1918, Lee Duncan, ahli mekanik senjata pada Aero Squadron 135 Amerika Serikat, memeriksa reruntuhan bangunan tempat tentara Jerman di Fluiry, barat laut Toul, Prancis. Dia melihat penangkaran anjing untuk perang.

Diperkirakan 16 juta hewan seperti kuda, unta, anjing, keledai, dan merpati disebarkan dalam Perang Dunia I. Di Jerman, tempat sekolah anjing militer pertama di dunia didirikan pada 1884, menempatkan 30 ribu anjing, disusul Inggris dengan 20 ribu ekor, dan Prancis 7 ribu ekor. Setiap negara yang terlibat perang menggunakan anjing, kecuali Amerika Serikat.

Ketika memeriksa, di antara 20-an bangkai anjing, dia mendengar dengkingan pelan. Di sudut, seekor anjing betina gembala Jerman mendekap lima anaknya. Lee mengambil dan membagikannya kepada teman-temannya. Dia sendiri membawa dua ekor, jantan dan betina.

Lee tak berencana menjadikan anjingnya untuk perang tapi bintang film. Dia menamai anjing jantannya Rin Tin Tin dan yang betina Nanette. Nama ini diambil dari sepasang boneka yang dibikin untuk menghormati sepasang kekasih yang selamat dari pengeboman di stasiun kereta di Paris pada awal perang.

Nanette, yang lebih berbakat dibanding Rin Tin Tin, mati tak lama setelah Lee meninggalkan pangkalan Hempstead, Long Island, kembali ke Amerika Serikat. Tapi, dia dapat gantinya, seekor anak anjing dari Leo Wanner, wakil sherif Nassau County dan pengembangbiak anjing gembala Jerman. Dia menamainya Nanette II.

Menurut Susan Orlean, penulis biografi Rin Tin Tin, anjing sudah berada dalam film sejak film ada. Anjing pertama tampil dalam film Worker Leaving the Lumiere Factory karya Louis Lumiere yang dibuat pada 1895. Anjing yang tak disebut namanya itu datang berlari-lari sambil mengibaskan ekornya menyambut para pekerja yang keluar pabrik.

Kali pertama seekor anjing bermain sebagai tokoh fiksi dalam film Inggris, Rescued by Rover, diproduksi pada 1905 oleh Cecil Milton Hepwort. Rover dalam film ini diperankan oleh Blair, seekor anjing collie berbulu panjang dari Skotlandia. Biaya produksi film ini rendah, hanya $37, tapi membuat Hepwort kaya raya. Keberhasilan Rover mendorong lusinan pembuat film mempekerjakan binatang. Bahkan banyak studio memelihara hewan sendiri.

Anjing fenomenal bernama Strongheart bermain dalam film The Silent Call, tayang pada 1921. Iklan film ini menyebutnya "anjing paling ajaib dari semua drama –Strongheart, si pemberani– lebih manusiawi daripada manusia." Sementara banyak anjing muncul dalam film komedi, ia bermain dalam film drama sehingga penonton terpesona. Konon, film ini meraup keuntungan kotor satu juta dolar. Setelah bermain di enam film, yang semuanya sukses besar, Strongheart jatuh tertimpa lampu di lokasi syuting. Luka bakar di kakinya menjadi kanker dan ia mati pada 1929.

Sejak kemunculan Strongheart, anjing gembala Jerman paling dicari sama seperti bintang film berambut pirang. Meski sempat kesulitan, Rin Tin Tin dengan mudah menjadi bintang film. Awalnya ia main dalam film pendek pada 1921 dengan imbalan $250. Tanpa dinyana, ia mendapat peran dalam sebuah melodrama, Man From Hell’s River, sebagai seekor anjing penarik kereta milik polisi Kanada. Lalu bermain dalam film My Dad. Meski peran kecil, tapi menjadi langkah penting karena untuk kali pertama ia muncul dalam daftar pemain: Rin Tin Tin … dimainkan oleh dirinya sendiri.

Akhirnya, Lee menembus studio Warner Bros yang ingin membeli naskahnya, Where the North Begins dan memakai Rin Tin Tin sebagai bintang utamanya. Dengan cepat, film ini sukses besar meski belum selevel Silent Call Strongheart. Tak lama setelah Where the North Begins diluncurkan, ribuan surat penggemar untuk Rin Tin Tin membanjiri Warner Bros setiap minggunya.

Seorang penggemar menulis: "Sesuatu yang dimilikinya adalah sesuatu yang hanya sedikit dimiliki oleh aktor dan aktris dan tidak dimiliki anjing di atas panggung atau layar pada masa kini. Yakni, kekuatan untuk menampilkan perasaan atau emosi secara realistis." Penggemar itu menambahkan, "Ya, ia anjing ‘manusia’, karena di dalam film Where the North Begins, bukankah ia menunjukkan bahwa dirinya manusia –manusia di dalam arti seluas-luasnya… Aku belum pernah merasakan bahwa satu-satunya yang perbedaan antara manusia dengan binatang mungkin hanya dari cara kita berjalan saja."

Dalam delapan tahun, Rin Tin Tin membintangi 22 film bisu dan tujuh film bicara, serta mengisi suara dalam acara televisi. Tahun 1927, Rin Tin Tin membintangi empat film yang semuanya box office sehingga ia didapuk sebagai penampil paling populer di Amerika. Dalam ajang Piala Oscar, Rin Tin Tin mendapatkan suara terbanyak untuk aktor terbaik.

"Akan tetapi, anggota Academy, yang ingin membuat anugerah tersebut sesuatu yang serius dan penting," tulis Susan Orlean, "memutuskan bahwa memberikan Piala Oscar kepada seekor anjing tidak sesuai dengan tujuan tersebut." Pemungutan suara diulang dan anugerah itu dialihkan kepada Emil Jannings untuk penampilannya dalam The Way of All Flesh dan The Last Command.

Pada masa ini, jelas Rin Tin Tin melampau Strongheart. Sebuah ulasan berjudul "A Race for Life" bahkan memulai dengan pertanyaan menggelitik: "Siapa Strongheart?"

Rin Tin Tin telah menjadi mesin uang bagi Warner Bros dan Lee. Ketika film bicara menggantikan film bisu pada 1929, Warner Bross membatalkan kontrak Rin Tin Tin untuk selamanya. Lee ikut bangkrut.

Rin Tin Tin masih sempat main dalam tujuh film bicara dengan studio lain, Mascot Pictures. Pada 1932, Rin Tin Tin mati. Tak lama setelah kematian itu, Mascot Pictures mengumumkan bahwa Rin Tin Tin Jr. yang berusia tiga tahun akan menggantikan mendiang ayahnya. Hingga 2008, generasinya sampai Rin Tin Tin XII.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Lee Duncan dan Rin Tin Tin.
Lee Duncan dan Rin Tin Tin.