Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 4

Pungli Tak Pernah Pergi

Pemerintah bertekad memberantas praktik pungli. Perlu singkron dengan penguatan integritas aparat dan personalisasi pelayanan.
Historia
Historia
pengunjung
1.5k

Tak Efektif

Secara prinsip, tugas Satgas Saber Pungli tak berbeda jauh dari Opstib. Karenanya, Satgas semestinya berkaca pada Opstib. Tak terkecuali soal kelemahannya, terutama sifat operasinya yang sementara.

“Di era Soeharto ada beberapa upaya memberantas pungli, tapi ternyata tidak hilang-hilang juga. Karena upaya itu hanya sekali dan kemudian hilang sehingga efek yang diharapkan tidak terjadi. Seharusnya upaya seperti itu berkelanjutan,” ujar Adrianus Eliasta Meliala.

Hal senada disorot Rizki Febari. Menurutnya, lembaga ad hoc seperti Opstib lemah dalam aspek kontinuitasnya. Hal ini terjadi karena Opstib cenderung bekerja secara terpisah dari lembaga penegak hukum lain, yaitu kepolisian dan kejaksaan. Opstib juga tak memiliki intensi pada pembenahan secara sistemik.

“Opstib kurang memberi perhatian kepada upaya penertiban di bidang sistem organisasi dan administrasi yang dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus. Pelaksanaan Opstib juga belum terintegrasi dengan sistem lainnya,” tulis Rizki Febari.

Di mata masyarakat saat itu Opstib lebih dilihat sebagai “pemadam kebakaran” yang hanya menangani kasus-kasus besar dan menarik. Karenanya, upaya pemberantasan pungli hari ini tak cukup hanya bergantung pada pendekatan ad hoc semacam itu. Perlu ada pendekatan lain yang sifatnya berkelanjutan.

Hal itu juga menjadi sorotan Adrianus Eliasta Meliala. Menurutnya, ada dua pendekatan lagi yang mesti dilakukan untuk mendukung lembaga ad hoc semacam Satgas Saber Pungli. “Penegakan aturan sedang berlangsung, selanjutnya adalah mengupayakan penguatan integritas aparat. Inilah yang berat, karena secara statistik aparat berintegritas adalah minorotas,” ujarnya.

Yang tak kalah penting, memaksimalkan proses personalisasi pelayanan dengan sistem online. Pungli pada dasarnya suatu bentuk “dagang pengaruh” oleh aparat. Ini terjadi karena adanya interaksi antara aparat yang mencoba menawarkan wewenangnya atas birokrasi dan klien yang menginginkan jalan pintas birokrasi.

“Keberadaan Satgas Saber Pungli saya kira baik. Tapi pendekatan seperti itu tidak bisa terus dibuat galak. Itu sebabnya tiga pendekatan ini mesti singkron. Integritas aparatur negara juga mesti dibangun dan diperkuat. Ini memang bukan kerja instan, bisa multigenerasi,” ujar Meliala.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Historia
Historia