Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Propaganda Armada Perang Onze Vloot

Perang Dunia I membuat Belanda khawatir kehilangan Hindia Belanda. Sebuah perkumpulan menuntut pembaruan armada perang.
Historia
Historia
pengunjung
6.2k

Sebagian orang Belanda khawatir kecamuk Perang Dunia I menjalar ke Hindia Belanda. Jika benar terjadi, tanah jajahan yang berharga itu bisa lepas dari genggaman. Maka, perkumpulan Onze Vloot menebar propaganda supaya Kerajaan Belanda membuat kebijakan memperkuat armada perang guna membentengi Hindia Belanda.

Sebagian pejabat Belanda merisaukan perkembangan militer Jepang yang agresif setelah menang perang melawan Rusia. Di sisi lain, armada perang Belanda, utamanya di Hindia Belanda, dalam kondisi lemah. Bahkan, pada 1913, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Alexander Willem Frederik Idenburg dengan jujur mengatakan armada Belanda di tanah jajahan “tidak lebih dari tumpukan barang karatan.”

Para politisi Belanda meminta kerajaan memperbarui armada perang, terutama angkatan laut. Tuntutan ini kencang disuarakan Onze Vloot, perkumpulan yang dilahirkan pada 1906. Anggotanya banyak mantan perwira Angkatan Laut. Onze Vloot melakukan propaganda di kalangan orang-orang Belanda tentang perang yang bisa meruntuhkan hegemoni negerinya atas tanah jajahan. Mula-mula anggota Onze Vloot dengan para politisi yang sepemikiran berkeliling Belanda menyebarkan propaganda. Kelompok ini kemudian mendirikan cabang di Balikpapan, Surabaya, Batavia, dan Minahasa.

Onze Vloot aktif menyebar berbagai pamflet untuk mempengaruhi opini massa. Pamflet pertama disebar pada 1913. Judulnya menebar ketakutan: ‘s Lands welvaart in gevaar! atau Kemakmuran negeri dalam bahaya! Penulisnya sekretaris Onze Vloot, WA van Aken. Isi pamfletnya berkisah tentang keagungan dan keperkasaan Belanda sebagai negeri kecil yang memiliki tanah jajahan luar biasa luas. Keagungan dan keperkasaan itu akan lenyap jika Hindia Belanda sampai lepas.

Pamflet lain yang cukup tenar berjudul Indie verloren, rampspoed geboren atau Hindia hilang, malapetaka datang. Pamflet ini menekankan pentingnya pengamanan bisnis Belanda di Hindia, juga memperingatkan bahwa rakyat Hindia adalah pasar menguntungkan. “Sekiranya jajahan lepas maka pesanan bagi industri Belanda di Hindia Belanda akan berhenti,” tulis Kees van Dijk dalam Hindia Belanda dan Perang Dunia I 1914-1918, menguraikan pamflet yang ditulis CGS Sandberg, geolog sekaligus anggota Onze Vloot.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Historia
Historia