Pilih Bahasa: Indonesia

Persiapan KAA, Gubernur Jawa Barat Bersiap Total

Sebuah panitia lokal dibentuk untuk menyukseskan jalannya konferensi. Mulai konsumsi sampai frekuensi morse sudah tersedia jelang KAA.
Press room di gedung Dwi Warna.
Foto
Historia
pengunjung
2.4k

SANOESI Hardjadinata, gubernur Jawa Barat (1951-1957), rupanya ingin menjadi tuan rumah yang baik dalam perhelatan KAA. Demi kesuksesan hajatan bangsa-bangsa Asia-Afrika itu, Sanusi membentuk tim panitia lokal pun yang diketuai dirinya sendiri. Tim panitia lokal itu beranggotakan 14 orang dari lingkungan pemerintahan provinsi Jawa Barat.

Tugas tim panitia lokal KAA meliputi persiapan akomodasi, ruangan rapat, kendaraan, telekomunikasi, alat keperluan konferensi, hingga urusan konsumsi bagi para delegasi KAA.

Ada 14 hotel, 15 tempat istirahat swasta, 8 gedung pemerintah dan 8 rumah milik Palang Merah Indonesia disediakan untuk menampung 1.300 peserta KAA.

Pada setiap wisma penginapan peserta KAA juga telah disiagakan klinik pengobatan dengan dukungan 3 dokter, 3 juru rawat, 6 mobil ambulan.Tak hanya itu, 10 kamar khusus di rumah sakit St. Borromeus juga sudah dipesan, persiapan apabila sewaktu-waktu ada keadaan darurat.

Untuk membawa delegasi dari penginapan ke tempat konferensi, panitia lokal KAA menyiapkan 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, lengkap dengan sopirnya yang berjumlah 230 orang. Agar mobil tetap bisa berjalan, panitia lokal telah menimbun stok bahan bakar bensin sebanyak 175 ton liter.

Bandung tak ingin gelap gulita saat perhelatan akbar itu dilangsungkan. Maka pasokan listrik ke kota Bandung pun ditambah, dengan membatasi pemakaian listrik di Jakarta dan Bogor. Generator-generator listrik cadangan sudah dipasangkan di gedung Merdeka, gedung Dwi Warna, kantor gubernur, gedung Swarga dan Hotel Orient.

Bukan hanya delegasi pemerintahan dari Asia dan Afrika yang datang ke Bandung, wartawan mancanegara pun turut serta untuk meliput peristiwa bersejarah itu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, panitia menyediakan press room di gedung Dwi Warna dengan 2 kamar besar dan 6 ruangan kecil. Ruangan pers lebih besar juga tersedia dia gedung Merdeka, lengkap dengan barnya. Kantor Pos Telepon dan Telekomunikasi (PTT) menyediakan 20 frekuensi pesawat Morse bagi kantor-kantor berita yang hadir.

“Para delegasi dan wartawan akan dapat mengkawatkan 100.00-200.000 kata setiap hari dari kantor pos, telegraf dan telepon,” catat majalah Berita KAA, No. 2, April 1955.

Berikut ini adalah susunan tim panitia lokal KAA di Bandung, Jawa Barat:

Ketua: Sanoesi Hardjadinata

Sekretaris: Rd. Djoekardi

Seksi Penginapan dan Makanan: R.S. Wangsadikoesoemah

Seksi Keamanan: Memet Tanumidjaja

Seksi Rapat: R.A. Kartadibrata

Seksi Bangunan dan Ruangan: Ir. S. Santosa

Seksi PTT: Leiwakabessy

Seksi Protokol: R. Kartasa Wargadiradja

Seksi Hiburan: R.O. Martakoesoemah

Seksi Pameran: R.A. Hirawan Wargahadibrata

Seksi Wanita: Emma Soemanegara

Seksi Listrik: H.A. Petrus

Seksi Kesehatan: Dr. M.H.A. Patah

Seksi Penerangan: Osa Maliki

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 34 Tahun 3
Murba Partai Terakhir Tan Malaka
Pembahasan mengenai Tan Malaka sudah sering dimuat di berbagai media massa. Tak berbilang banyaknya orang membahas bapak republik itu di..
 
Press room di gedung Dwi Warna.
Foto
Press room di gedung Dwi Warna.
Foto