top of page

Palu Arit di Ladang Minyak

Permigan didirikan untuk menandingi tentara dan sebagai konsesi untuk PKI. Dibubarkan setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Buruh mendorong drum-drum minyak ke kereta pengangkut di ladang minyak Cepu tahun 1902. (KITLV).

  • 22 Jan 2023
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 12 Feb

KETIKA Chairul Saleh menjadi Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan (Perdatam), Ibnu Sutowo tak yakin akan terus memimpin Pertambangan Minyak Nasional (Permina), yang menggarap ladang minyak di Sumatra Utara, karena ia tak suka dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).


“Kamu terlalu keras kepala dan terlalu tentara (maksudnya pro-Nasution),” kata Chairul Saleh.


“Itulah cara saya, dan saya tidak akan berubah,” kata Ibnu Sutowo.


Chairul Saleh mengangkat bahu dan tertawa.


Chairul Saleh masih mempercayai Ibnu Sutowo, yang terhitung 17 Juni 1961 menjabat presiden direktur PN Permina. Namun, untuk mengurangi kekuasaan Ibnu Sutowo, Chairul Saleh mendirikan Permigan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page