- 22 Jan 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 6 jam yang lalu
KETIKA Chairul Saleh menjadi Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan (Perdatam), Ibnu Sutowo tak yakin akan terus memimpin Pertambangan Minyak Nasional (Permina), yang menggarap ladang minyak di Sumatra Utara, karena ia tak suka dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Kamu terlalu keras kepala dan terlalu tentara (maksudnya pro-Nasution),” kata Chairul Saleh.
“Itulah cara saya, dan saya tidak akan berubah,” kata Ibnu Sutowo.
Chairul Saleh mengangkat bahu dan tertawa.
Chairul Saleh masih mempercayai Ibnu Sutowo, yang terhitung 17 Juni 1961 menjabat presiden direktur PN Permina. Namun, untuk mengurangi kekuasaan Ibnu Sutowo, Chairul Saleh mendirikan Permigan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












