Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 3

Maeda Pasang Badan Demi Kemerdekaan Indonesia

Meski penguasa di Jawa mematuhi peraturan Sekutu untuk menjaga status quo, Maeda ambil risiko mendukung kemerdekaan Indonesia.
 
Laksamana Tadashi Maeda.
Historia
pengunjung
16.6k

Para pemuda yang sudah di rumah Maeda mendesak Sukarno segera menyusun naskah proklamasi. Mereka mendesak Sukarno agar tak lagi bersikukuh mendiskusikan terlebih dulu naskah yang dituntut itu di PPKI. Bagi para pemuda, PPKI merupakan lembaga bentukan Jepang. Proklamasi, kata mereka, harus lahir tanpa campur tangan pihak asing manapun. Perdebatan sengit pun terjadi antara golongan tua yang diwakili Sukarno dan Hatta dengan golongan muda yang diwakili Sukarni dan Chairul Saleh.

Hari Jumat sudah berjalan beberapa jam ketika akhirnya Sukarno, Hatta, dan Subardjo duduk bersama di ruang makan untuk menyusun teks proklamasi. Maeda bersama Nishijima, Yoshizumi, dan Miyoshi juga hadir di ruang itu. Perdebatan menyangkut diksi kalimat-kalimat teks yang dibuat itu beberapakali terjadi. “Waktu itu berunding kalimat pasnya, apakah kata-kata ini, dipasi,” ujar Maeda mengenang. Menjelang subuh, teks proklamasi selesai.

Di dekat piano yang terletak di bawah tangga, Sukarno membacakan teks tersebut untuk memperoleh tanggapan. Para anggota PPKI puas, sementara para pemuda kecewa karena teks tersebut mereka nilai kurang revolusioner. Perdebatan tua-muda kembali terjadi. Maeda tak tinggal diam. “Selama perundingan saya juga ikut diminta pendapat, saya menjawab,” kata Maeda.

Perdebatan kembali muncul tatkala gagasan mengenai siapa saja yang menjadi penandatangan dalam teks proklamasi itu muncul. Sukarno dan Hatta menginginkan semua yang hadir membubuhkan tanda tangan seperti ketika para pendiri Amerika Serikat menandatangani Declaration of Independence. Namun usul itu ditolak. Sukarni akhirnya berteriak mengusulkan idenya: cukup Sukarno dan Hatta saja yang menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia.

Setelah mufakat dicapai, teks itu lalu diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Bersama BM Diah, yang membacakan, Sayuti mengetik teks proklamasi di sebuah ruang kecil di bawah tangga. Teks asli proklamasi yang ditulis Sukarno diamankan oleh BM Diah. Sementara itu, orang-orang di ruang yang kini bernama Ruang Pengesahan merundingkan tempat pelaksanaan proklamasi. Semua sepakat, proklamasi dilangsungkan di rumah Sukarno di Pegangsaan Timur.

Hatta sempat berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers, terutama BM Diah, agar memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh penjuru dunia. Mereka lalu saling bersalaman dan pergi ke tempat tujuang masing-masing. “Sesudah naskah jadi, saya naik ke kamar saya. Tidak tidur, hanya berbaring saja,” tutup Maeda.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Segera Terbit
 
Nomor 37 Tahun IV
Riwayat Syariat di Nusantara
Seiring berkembangnya komunitas muslim di Nusantara sebagai dampak arus perdagangan pada abad ke-13, jejak-jejak penerapan hukum Islam mulai bisa terlacak...
 
Komentar anda
Laksamana Tadashi Maeda.
Laksamana Tadashi Maeda.