top of page

Kisruh Penandatanganan Naskah Proklamasi

Sukarno-Hatta ingin naskah Proklamasi ditandatangani oleh semua yang hadir. Sukarni menentang dan mengusulkan Sukarno-Hatta saja yang menandatanganinya atas nama bangsa Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Agu 2016
  • 2 menit membaca

SETELAH naskah Proklamasi selesai diketik oleh Sayuti Melik yang kemudian disebut “naskah Proklamasi otentik,” Sukarno menyampaikan bahwa keadaan yang mendesak telah memaksa kita semua mempercepat pelaksanaan Proklamasi kemerdekaan. “Rancangan teks telah siap dibacakan di hadapan saudara-saudara semua dan saya harapkan benar-benar bahwa saudara-saudara sekalian dapat menyetujuinya sehingga kita dapat berjalan terus dan menyelesaikan pekerjaan kita sebelum fajar dini hari,” kata Sukarno.


Menurut Adam Malik dalam Riwayat dan Perjuangan sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Sukarno mengusulkan supaya naskah Proklamasi ditandatangani besok siang dan diumumkan di depan anggota PPKI. Usul ini ditolak keras oleh Sukarni dan Chaerul Saleh.


“Kami tidak mau dibawa-bawa segala badan-badan yang berbau Jepang seperti Badan Persiapan, dan kami tidak suka jika jika orang-orang yang tak ada usahanya dalam hal ini ikut campur, sebab nanti mungkin Proklamasi ini mundur-mundur lagi,” kata Chairul Saleh.


Hatta menyuarakan “baiklah kita semuanya yang hadir di sini menandatangani naskah Proklamasi Indonesia merdeka ini sebagai suatu dokumen yang bersejarah. Ini penting bagi anak cucu kita. Mereka harus tahu, siapa yang ikut memproklamasikan Indonesia merdeka. Ambillah contoh kepada naskah Proklamasi kemerdekaan Amerika Serikat dahulu. Semuanya yang memutuskan ikut menandatangani keputusan mereka bersama.”


Bukan hanya Hatta yang menginginkan naskah Proklamasi ditandatangani oleh semua seperti Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Sukarno juga mengusulkan supaya semua yang hadir ikut menandatangani. “Seperti Declaration of Independence-nya Amerika,” kata Sukarno, ditirukan B.M. Diah.


Usul ini, menurut Subardjo, menimbulkan suara ramai. Sukarni segera berteriak, “Pendapat itu sama sekali tidak bisa diterima. Mereka yang tidak menyumbang sedikit pun kepada persiapan-persiapan Proklamasi tidak berhak untuk menandatangani.”


Subardjo melihat Sayuti Melik bergerak dari satu orang ke orang lainnya. Dia melobi golongan tua dan golongan muda, di antaranya Sukarni. Karena Subardjo berada di sebelahnya, dia mendengar apa yang dikatakan Sayuti Melik kepada Sukarni: “Saya kira tidak ada yang keberatan jika Sukarno dan Hatta yang menandatangani Proklamasi kemerdekaan atas nama rakyat Indonesia.”


Hatta tidak setuju dengan keterangan Subardjo yang menyebut Sayuti Melik yang mengusulkan supaya naskah Proklamasi ditandatangani oleh Sukarno-Hatta atas nama rakyat Indonesia. “Dalam lukisan Subardjo itu Sayuti Melik sekonyong-konyong mendapat peranan yang besar dalam sejarah, menjadi deus ex machina –dewa penolong. Sepanjang ingatan saya, Sukarnilah yang mengemukakan usul itu,” kata Hatta.


Dan dalam tulisannya di harian KAMI, 18 Agustus 1969, Sukarni mengaku dialah yang mengusulkan supaya naskah Proklamasi hanya ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama rakyat Indonesia. “Karangannya itu membenarkan ingatan saya,” kata Hatta.


Setelah semua setuju, naskah Proklamasi otentik kemudian ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Persoalan berikutnya, dimana Proklamasi itu akan dibacakan?


Sukarni memberitahukan bahwa “rakyat di dan sekitar kota Jakarta telah diserukan untuk berbondong-bondong ke Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Merdeka) pada tanggal 17 Agustus untuk mendengarkan Proklamasi kemerdekaan. Demikianlah yang telah dipersiapkan dan adalah wajar bahwa kita semua datang ke sana dan membacakan Proklamasi itu.”


“Tidak,” kata Sukarno, “lebih baik di tempat kediaman saya di Pegangsaan Timur. Pekarangan di depan rumah cukup luas untuk ratusan orang. Untuk apa kita harus memancing-mancing insiden?”


Sukarno menjelaskan, “Lapangan Ikada adalah lapangan umum dan suatu rapat umum tanpa diatur sebelumnya dengan penguasa militer mungkin akan menimbulkan salah paham dan suatu bentrokan kekerasan antara rakyat dan penguasa militer yang akan membubarkan rapat umum tersebut mungkin terjadi. Karena itu saya minta semua saudara sekalian untuk hadir di Pegangsaan Timur 56, sekitar pukul 10.00 pagi.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Djalimin dihukum 15 tahun penjara karena membunuh orang Belanda yang akan memerkosanya. Pertanyaan seorang anggota DPR RI kepada pemerintah mendorong pembebasannya.
bg-gray.jpg
100 tahun lalu, gempa dahsyat menguncang Sumatra. Bukan hanya mengakibatkan kerusakan parah dan jatuhnya korban jiwa, gempa mengubah wajah bentang alam Dataran Tinggi Padang dalam hitungan detik.
bg-gray.jpg
In his novels, Motinggo Boesje weaves in elements of sexuality and eroticism that captivated readers. Toward the end of his writing career, he changed his path to serious literature.
bg-gray.jpg
Rumah yang pernah digunakan untuk mendidik kesadaran politik rakyat. Kini sepi pengunjung.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
Iran mengenal sepakbola lewat senjata dan industri minyak. Sejak 1920-an sudah ada pemain Iran di Eropa. Kini langganan tampil Piala Dunia.
Iran mengenal sepakbola lewat senjata dan industri minyak. Sejak 1920-an sudah ada pemain Iran di Eropa. Kini langganan tampil Piala Dunia.
Kapal selam Jepang karam setelah mendapat serangan mendadak dari kapal Amerika Serikat. Legenda menyebut awak kapal Amerika menyerang awak kapal selam Jepang dengan kentang.
Kapal selam Jepang karam setelah mendapat serangan mendadak dari kapal Amerika Serikat. Legenda menyebut awak kapal Amerika menyerang awak kapal selam Jepang dengan kentang.
Intelektualitas Agus Widjojo sudah terlihat sejak menjadi taruna Akabri. Dia dikenal sebagai jenderal reformis yang mendukung reformasi TNI dan supremasi sipil.
Intelektualitas Agus Widjojo sudah terlihat sejak menjadi taruna Akabri. Dia dikenal sebagai jenderal reformis yang mendukung reformasi TNI dan supremasi sipil.
Sepakbola di Kanada diperkenalkan para imigran Skotlandia dan Irlandia. Tim dari Kanada pernah menyabet medali emas sepakbola Olimpiade.
Sepakbola di Kanada diperkenalkan para imigran Skotlandia dan Irlandia. Tim dari Kanada pernah menyabet medali emas sepakbola Olimpiade.
transparant.png
bottom of page