Pilih Bahasa: Indonesia
halaman 1

Kisah Bung Dullah dalam Lukisan Sudjojono

Lukisan bersejarah yang memuat kisah heroik tak tercatat dalam buku pelajaran sejarah.
Kawan-kawan revolusi, karya Sudjojono. Lingkaran Putih menunjukkan wajah Bung Dullah.
Historia
pengunjung
20.9k

BUNG Dullah, begitu dia dipanggil. Wajahnya terletak pada deretan tengah, sosok ketiga dari kanan lukisan: menggunakan pet hitam miring, topi khas laskar zaman revolusi. Kisah perjuangannya yang legendaris melatarbelakangi penciptaan lukisan berjudul Kawan-kawan Revolusi ini.

“Bung Dullah ini gugur ketika menyerang iring-iringan tank tentara Belanda. Waktu mencabut picu geranat gombyok dari pinggangnya, serbuk kimia dan mesiu di dalamnya keburu bereaksi. Tapi sebelum granat meledak di pinggangnya sendiri, Bung Dullah langsung menubrukan diri ke tank Belanda sehingga tank itu hancur,” kata Tedjabayu, anak pertama Sudjojono kepada Historia.

Geranat gambyok yang meledak bersama Dullah itu adalah geranat kreasi para laskar di zaman revolusi. Terbuat dari serbuk mesiu dan campuran bahan kimia lain yang dimasukkan ke dalam sebuah cawan besi berisi serpihan besi dan paku. Pada bagian geranat itu terdapat kain (gombyok) yang menyerupai ekor. Dullah bertugas sebagai pelempar yang membawa beberapa geranat gombyok di pinggangnya.

“Bapak saya sedih betul dengan kejadian itu, kami semua sedih,” kenang Tedjabayu.

Tak hanya Bung Dullah, total ada 19 wajah di dalam lukisan legendaris itu. Salah satunya wajah Tedjabayu yang saat itu berusia tiga tahun. Sosok wajah anak kecil dengan mimik menangis terletak tepat di bawah posisi wajah Dullah.

“Waktu itu saya lagi pilek, lagi rewel. Terus bapak angkat saya dan didudukan di sebuah kursi lantas wajah saya dilukis,” kata pria kelahiran 1944 itu.

Lukisan Kawan-kawan Revolusi itu dibuat pada 1947 di sanggar Seniman Indonesia Muda (SIM) di Solo. Sudjono menulis judul lukisannya dalam ejaan lama, “Repoloesi”, yang menurutnya lebih nasionalis ketimbang “revolusi” yang berasal dari ejaan Belanda, revolutie. Riwayat lukisan itu bermula saat Sudjojono meladeni tantangan kritikus seni Trisno Sumardjo untuk melukis realis dengan cepat.

Sudjojono, yang juga menahkodai SIM itu, berencana akan melukis secara realis wajah tokoh pejuang dan seniman namun tak pernah terlaksana. Namun pada akhirnya, karena tertantang oleh Trisno Sumardjo, dia berhasil menyelesaikannya dalam tempo kurang dari sehari.

 
Terpopuler di Historia 
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 33 Tahun 3
Kejahatan Perang Belanda
Kisah ini kami hadirkan bukan untuk mengaburkan batas sikap tentang apa makna menjajah dan dijajah. Kami ingin membahas apa yang..
 
Komentar anda
Kawan-kawan revolusi, karya Sudjojono. Lingkaran Putih menunjukkan wajah Bung Dullah.
Kawan-kawan revolusi, karya Sudjojono. Lingkaran Putih menunjukkan wajah Bung Dullah.