- 15 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 jam yang lalu
SENIN, 9 Juli 1888, pukul 02.00 dini hari. Sekitar 100 orang pemberontak bergerak dari tempat Haji Ishak di Saneja, menyerang rumah Henri Francois Dumas, juru tulis kantor asisten residen. Dumas melarikan diri dan bersembunyi di rumah jaksa. Istri Dumas terluka dengan dua anak berlindung di rumah ajun kolektor. Minah, pembantu Dumas berusaha melindungi anak bungsu majikannya.
Pembagian Pasukan
Para pemberontak yang berjumlah ratusan berkumpul di markas di Pasar Jombang Wetan. Haji Wasid, pemimpin utama pemberotak, membagi para pemberontak menjadi tiga pasukan.
Pasukan pertama dipimpin Lurah Jasim, seorang jaro Kajuruan. Pasukan kedua dipimpin Haji Abdulgani dan Haji Usman. Pasukan ketiga dipimpin Haji Tubagus Ismail dan Haji Usman.
Sasaran serangan: Penjara untuk membebaskan tahanan, kepatihan, dan rumah asisten residen di alun-alun Cilegon.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















