- 2 Jun 2016
- 2 menit membaca
Diperbarui: 5 hari yang lalu
REKRUTMEN anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) menarik minat orang Eropa, terutama dari Prancis. Mereka bersedia dikirim ke Hindia Belanda karena tergiur iming-iming gaji yang tinggi.
Jean Roecher, mantan atase militer Prancis di Jakarta, mengungkapkan, sebelum akhirnya KNIL resmi terbentuk tahun 1830, Belanda memerlukan banyak orang untuk bertempur di Hindia Belanda. Mereka pun merekrut dan mendatangkan orang asing ke Hindia Belanda.
“Khususnya untuk perang di Aceh butuh banyak serdadu. Di Nusantara sudah banyak yang meninggal karena pertempuran dan penyakit,” kata Roecher dalam bedah bukunya yang ditulis bersama Iwan Santosa, KNIL: Perang Kolonial di Nusantara Dalam Catatan Prancis, di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/6).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















