Pilih Bahasa: Indonesia

Dari Operasi Alpha ke Satria Mandala

Pesawat A4 Skyhawk yang berasal dari Israel purnabakti setelah mengabdi lebih dari dua dekade.
Pesawat A-4 Skyhawk TT-0438 menjadi koleksi terbaru Museum Pusat Sejarah TNI Satria Mandala setelah diserahkan dan diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Jakarta, 14 Maret 2017.
Foto
Historia
pengunjung
3.1k

Pesawat tempur bercorak biru langit terpampang gagah di pelataran depan Museum TNI Satria Mandala. Di sayap pesawat jenis A4 Skyhawk, tertera nomor seri: TT 0438. Pada dekade 1980-an, A4 Skyhawk ini merupakan kekuatan inti penempur TNI AU, terutama untuk misi serangan darat.

“Monumen ini didedikasikan kepada senior AU yang pernah berjuang di tahun 80-an untuk menerbangkan A4 Skyhawk,” ujar Kepala Staf Angkatan Udara TNI AU, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam sambutan peresmian Monumen Pesawat A4 Skyhawk di Museum TNI Satria Mandala, Jakarta Selatan, 14 Maret 2017.

A4 Skyhawk merupakan pesawat pabrikan Douglas Mcdonnell yang diimpor dari Angkatan Udara Israel. Perancangnya adalah Edward Henry Heinemann, insinyur penerbangan kebangsaan Amerika Serikat. Banyak nama panggilan untuk pesawat ini, antara lain: Scooter, Batman, dan Bomber.

Pesawat ini mulai beroperasi di Indonesia pada Mei 1980 sebanyak 32 unit. Diperlukan operasi khusus untuk mendatangkannya dari Israel ke Indonesia dengan sandi Alpha. Operasi Alpha diambil dari nama inisial pertama pesawat A4 Skyhawk. Operasi ini melibatkan jajaran intelijen dari kedua negara. Hal ini mengingat antara Israel dan Indonesia saat itu belum terjalin hubungan diplomatik.

Sejak tahun 1979, kontak-kontak intelijen telah dilakukan disusul kemudian pelatihan pilot dan teknisi TNI AU untuk membawa pulang A4 Skyhawk. Mereka yang berperan dalam Operasi Alpha seperti Benny Moerdani (Kepala Badan Intelijen Strategis/BAIS), Teddy Rusdy (Direktur Rencana Penelitian dan Pengembangan BAIS), dan Ashadi Tjahyadi (KSAU). Sementara agen Mossad (intelijen Israel) Jerry Hessel berperan sebagai penghubung terhadap pihak Angkatan Udara Israel.

“Sasaran Operasi Alpha ialah membawa masuk pesawat-pesawat A4 Skyhawk ke zona NKRI tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat Indonesia. Operasi rahasia ini melibatkan pula sejumah perwira Badan Intelijen Strategi ABRI,” ungkap Marsekal Muda (Purn.) Teddy Rusdy dalam biografinya Think Ahead karya Servas Pandur.

Di kalangan TNI AU, A4 Skyhawk dikenal dengan nama Si Gombong. Ini dikarenakan coraknya yang terlihat seperti bambu (gombong). Semasa aktif beroperasi, pemusatannya ditempatkan dalam Skuadron 11 di Pekanbaru dan Skuadron 12 di Makassar.

Menurut Hadi, pesawat A4 Skyhawk yang dimiliki TNI AU menyimpan nilai kesejarahan yang penting. Sepanjang operasi militer TNI AU, A4 Skyhawk telah banyak dilibatkan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Beberapa di antaranya seperti Operasi Seroja untuk melumpuhkan gerakan klandestin Fretilin di Timor-Timur (1980-1999); Operasi Halau untuk mencegah infiltrasi melalui laut dan udara terhadap pengungsian besar-besaran dari Vietnam (1985); Operasi Oscar menjaga perairan Sulawesi (1991-1992); Operasi Rencong menghadapi Gerakan Aceh Merdeka (1991-1993)

“Nilai-nilai kejuangan itulah yang akan kita wariskan kepada generasi penerus, sehingga saya memilih lokasi penempatan pesawat A4 Skyhawk di Museum Satria Mandala,” imbuh Hadi.

Tanggal 5 Agustus 2004 menjadi penerbangan terakhir A4 Skyhawk mengangkasa di langit Indonesia. Setelah purnatugas, salah satunya diabadikan sebagai monumen di Museum TNI Satria Mandala.

 
Terpopuler di Historia 
Komentar anda
Majalah
Laporan Khusus
Majalah Historia Cetak
berikutnya
 
Nomor 35 Tahun 3
Kuliner Nusantara Rasa dan Cerita
Kali ini kami menyajikan kisah tentang makanan, tentang citarasa nusantara yang merentang sejak zaman dahulu kala. Tak hanya tentang masakan..
 
Pesawat A-4 Skyhawk TT-0438 menjadi koleksi terbaru Museum Pusat Sejarah TNI Satria Mandala setelah diserahkan dan diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Jakarta, 14 Maret 2017.
Foto
Pesawat A-4 Skyhawk TT-0438 menjadi koleksi terbaru Museum Pusat Sejarah TNI Satria Mandala setelah diserahkan dan diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Jakarta, 14 Maret 2017.
Foto